Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah memulai inisiatif penting dengan merancang Indeks Ekonomi Hijau. Langkah ini menjadi tonggak utama dalam upaya mewujudkan transformasi pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut. Kajian ini diharapkan dapat menjadi panduan strategis bagi arah pembangunan kota.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Euis Nurlaila, menjelaskan bahwa penyusunan indeks ini berfokus pada tiga pilar utama. Pilar-pilar tersebut meliputi aspek ekonomi, sosial, dan juga lingkungan hidup. Ini menunjukkan komitmen Pemkot terhadap pendekatan pembangunan yang holistik.
Indeks ini akan diukur melalui 15 indikator multidimensi yang komprehensif. Indikator tersebut mencakup intensitas emisi gas rumah kaca, produktivitas tenaga kerja, serta kualitas udara dan air. Selain itu, aspek kemiskinan dan pengangguran terbuka juga akan menjadi bagian dari penilaian.
Advertisement
Advertisement
Euis Nurlaila menegaskan bahwa penyusunan Indeks Ekonomi Hijau ini menitikberatkan pada keseimbangan tiga pilar utama. Pilar-pilar tersebut adalah ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan ini memastikan bahwa pertumbuhan tidak mengorbankan aspek penting lainnya.
Pengukuran indeks akan melibatkan 15 indikator multidimensi yang cermat. Indikator ini mencakup aspek krusial seperti intensitas emisi gas rumah kaca dan pembaharuan energi terbarukan. Kualitas udara dan air juga menjadi perhatian utama dalam penilaian ini.
Selain itu, produktivitas tenaga kerja dan isu kemiskinan serta pengangguran terbuka turut menjadi bagian dari indikator. Indeks Ekonomi Hijau ini dirancang untuk merepresentasikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi. Ini juga mencakup keadilan sosial serta kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Indeks Ekonomi Hijau ini merupakan bagian integral dari sistem perencanaan kebijakan berbasis data. Pendekatan ini dikenal sebagai evidence-based policy. Tujuannya adalah memastikan pembangunan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami menyusun indeks ekonomi hijau untuk memastikan proses pembangunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan," ujar Euis. Pemkot Tangerang memastikan indeks ini akan diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang.
Penyusunan indeks ini dilakukan secara ilmiah dan terukur. Indeks ini akan membantu menilai sejauh mana arah pembangunan Kota Tangerang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Harapannya, indeks ini juga menjadi panduan untuk memperkuat kebijakan hijau ke depan.
Advertisement
Pemkot Tangerang berharap kajian Indeks Ekonomi Hijau ini tidak hanya bersifat akademis. Namun, juga operasional untuk mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang berdaya saing. Ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews