Pemkot Surabaya Lakukan Overlay Jalan, Strategi Efektif Atasi Genangan Musiman

Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat mengatasi genangan musiman dengan melakukan overlay jalan di berbagai titik rawan. Upaya ini menjadi strategi utama Pemkot Surabaya Atasi Genangan demi kenyamanan pengendara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Surabaya Lakukan Overlay Jalan, Strategi Efektif Atasi Genangan Musiman
Pemkot Surabaya terus berupaya mengatasi masalah genangan air dan kerusakan infrastruktur dengan gencar melakukan overlay jalan di berbagai titik rawan, demi keamanan dan kenyamanan warga. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah proaktif dengan melakukan overlay atau peningkatan lapisan jalan di sejumlah lokasi yang kerap menjadi langganan genangan air. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengendara, khususnya selama musim hujan yang intens. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Dedy Purwito, menjelaskan bahwa peningkatan jalan ini merupakan bagian integral dari strategi komprehensif. Tujuannya adalah untuk mengurangi genangan di area-area rentan.

Dedy Purwito menambahkan bahwa beberapa lokasi telah diidentifikasi sebagai prioritas utama untuk peningkatan jalan melalui metode overlay. Area-area seperti Jalan Tenggilis Mejoyo dan Jalan Ngagel Madya menjadi fokus karena sering mengalami genangan signifikan saat curah hujan tinggi. Selain itu, kawasan Surabaya Utara, termasuk daerah Teluk Bayur dan Teluk Nibung di sekitar Perak, juga menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya. Daerah ini kerap mengalami genangan parah saat hujan deras.

Strategi ini tidak hanya berfokus pada overlay, tetapi juga mencakup perbaikan jalan berlubang yang meningkat drastis selama puncak musim hujan. DSDABM Kota Surabaya menargetkan penanganan cepat atas laporan kerusakan jalan, dengan komitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan dalam waktu 1x24 jam. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot Surabaya dalam menjaga infrastruktur jalan agar tetap optimal dan aman bagi masyarakat.

Pemkot Surabaya telah mengidentifikasi beberapa lokasi strategis yang memerlukan penanganan khusus untuk mengurangi genangan air. Jalan Tenggilis Mejoyo dan Jalan Ngagel Madya adalah contoh utama dari area yang selalu tergenang saat musim hujan tiba. Dengan melakukan overlay, diharapkan permukaan jalan menjadi lebih tinggi dan rata, sehingga air dapat mengalir lebih lancar dan tidak menumpuk.

Selain itu, kawasan Surabaya Utara, khususnya di sekitar Perak seperti Teluk Bayur dan Teluk Nibung, juga menjadi perhatian serius. Daerah-daerah ini seringkali mengalami genangan parah yang mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas. Peningkatan jalan di lokasi-lokasi ini merupakan upaya preventif yang krusial untuk meminimalisir dampak negatif dari musim hujan.

Dedy Purwito menegaskan bahwa penentuan lokasi prioritas ini didasarkan pada data historis genangan dan laporan masyarakat. Langkah overlay ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan genangan yang telah lama dihadapi oleh warga Surabaya. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kota.

Selain overlay jalan untuk mengatasi genangan, Pemkot Surabaya juga memprioritaskan perbaikan jalan berlubang, terutama pada periode puncak musim hujan. Dedy Purwito menyatakan bahwa bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 menjadi fokus utama untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak. Kondisi jalan berlubang cenderung meningkat signifikan akibat intensitas hujan yang tinggi.

DSDABM Kota Surabaya secara rutin memantau laporan kerusakan jalan yang masuk setiap hari dari masyarakat. Komitmen untuk menindaklanjuti laporan dalam waktu 1x24 jam menunjukkan respons cepat pemerintah kota. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan jalan yang lebih parah dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Dalam satu hari, tim DSDABM bisa menangani hingga puluhan lokasi perbaikan jalan. Dedy menyebutkan bahwa rata-rata bisa mencapai 70 lokasi perbaikan dalam sehari, khususnya pada periode Desember 2025 dan Januari 2026. Skala penanganan yang masif ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan di seluruh kota.

Untuk mendukung percepatan penanganan masalah jalan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya memiliki satuan tugas (Satgas) jalan yang bergerak secara berkeliling. Satgas ini dibentuk untuk memastikan setiap laporan kerusakan jalan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan efisien. Keberadaan satgas ini menjadi kunci dalam menjaga kondisi jalan tetap prima.

Dedy Purwito menjelaskan bahwa DSDABM memiliki sembilan kelompok satgas jalan. Setiap kelompok terdiri dari sekitar sembilan hingga sepuluh anggota yang bertugas melakukan pemantauan dan perbaikan di berbagai wilayah. Struktur tim yang terorganisir ini memungkinkan cakupan penanganan yang luas dan respons yang cepat terhadap kebutuhan perbaikan di lapangan.

Kehadiran satgas keliling ini sangat efektif dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kerusakan jalan, termasuk jalan berlubang dan area genangan. Mereka menjadi garda terdepan Pemkot Surabaya dalam menjaga infrastruktur jalan tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga. Upaya ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah terhadap pelayanan publik yang optimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi