Pemerintah Jokowi Bagikan Tips Sukses Milenial Mau Memulai Bisnis di Industri Kreatif

Minggu, 2 Februari 2020 19:00 Reporter : Merdeka
Pemerintah Jokowi Bagikan Tips Sukses Milenial Mau Memulai Bisnis di Industri Kreatif Udapool, Wadah Pelaku Industri Kreatif Lokal dan UMKM untuk Bisnis yang Menguntungkan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Di era modern, peluang untuk bisa menjadi sukses kini semakin mudah diraih. Asal ada kemauan dan tekad yang kuat, seseorang bisa mencapai keberhasilannya. Seperti halnya melalui ekonomi kreatif digital, yang kini banyak digandrungi kaum milenial untuk membuka usaha di bidang yang mereka sukai.

Deputi Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hari Santosa Sungkari, mengatakan ada lima sektor yang memiliki peluang untuk meningkatkan ekonomi di Indonesia saat ini. Diantaranya sektor film, animasi, game, aplikasi, dan musik.

Dari kelima sektor itu, Hari mencontohkan pihak yang telah meraup banyak keuntungan dalam bidang ekonomi kreatif digital, seperti Gojek dan BukaLapak.

Dalam acara Hatta Talk yang diselenggarakan di Museum Bank Indonesia, Hari mengatakan di era teknologi, kini bukan hal yang mustahil untuk mengejar kesuksesan melalui bidang kreatif. Namun kunci sukses bukan hanya modal uang dan infrastruktur, Anda juga harus memiliki persiapan yang matang. Diantaranya memperkokoh karakter diri.

Hari mengatakan, karakter dalam pengusaha itu merupakan modal utama yang perlu dibentuk. "Kita (dalam usaha digital perlu) ketekunan. Karena bagi saya, tidak perlu orang genius untuk menjalani usaha ekonomi digital ini, orang yang punya ketekunan luar biasa, dan produktif, dia yang bisa sukses," ujarnya di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu (1/2).

Kemudian, tips yang harus dijalani berikutnya ialah membuat usaha digital yang bermanfaat dan memberikan solusi bagi orang banyak. "Kalau punya niat baik, kalau produk kita bermanfaat dan dibutuhkan orang lain, produk itu akan dibeli. Kuncinya itu. Jadi jangan bikin produk yang suka-suka kita, tapi buat produk yang bisa menjadi pemecah salah satu masalah."

Setelah itu, miliki keunikan dari jenis usaha yang ingin Anda tekuni, agar usaha Anda dapat bersaing dan diminati banyak orang. "(Contohnya) Membuat game yang memiliki kearifan lokal, jangan mengikuti yang sudah ada, sulit kita bersaing."

1 dari 2 halaman

Tips Sukses Ridwan Kamil di Industri Kreatif

Ridwan Kamil dan Cinta Laura turut meramaikan acara Congress of Indonesian Diaspora yang berlangsung di The Kasablanka Hall, Jakarta, Sabtu (10/8). Keduanya menjadi narasumber utama dalam sharing session yang membahas tentang "Being Creative in a Creative World". Dalam sesi tersebut, Ridwan Kamil dan Cinta Laura membahas tentang tips sukses untuk tetap bertahan di industri kreatif.

Walaupun keduanya memiliki profesi yang berbeda, tetapi mereka memiliki pandangan yang sama tentang dunia kreatif. Mereka menuturkan bahwa dunia kreatif itu harus menjadi tempat seseorang untuk bisa berkiprah dengan nyaman dan dihargai.

Ridwan Kamil dan Cinta Laura juga menegaskan bahwa untuk bisa bertahan di industri kreatif, seseorang harus tetap fokus dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Ridwan Kamil atau sapaan akrabnya Kang Emil, menceritakan pengalamannya ditolak beberapa perusahaan di New York akibat ketidakpercayaan dirinya.

"Saya dulu ditolak hampir tiga kali sama perusahaan karena tidak percaya diri. Saya selalu menjawab pertanyaan wawancara dengan ragu sampai saya akhirnya ditolak sama dua perusahaan," jawab Ridwan Kamil.

Tanpa kepercayaan diri dan cita-cita sebagai tips sukses, seseorang akan sulit untuk terus berada di dunia kreatif. Menurut mereka, menjadi kreatif tidaklah mudah. Mereka juga harus memikirkan sebuah dampak dari apa yang akan dihasilkannya.

Di acara yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, Kang Emil memaparkan beberapa proyek yang telah dibuat berdasarkan dari hasil kreativitasnya.

Menurutnya, kreativitas bukan hanya sekadar ide, tetapi kreatif itu harus mengetahui dampak apa yang akan dihasilkannya. Dia mengatakan bahwa dirinya ingin tetap berkarya tetapi memiliki dampak bagi masyarakatnya.

Sebagai seorang Gubernur Jawa Barat, dia merasa memiliki sebuah tanggung jawab. Oleh karena itu, dia mendirikan sebuah mobil puskesmas yang disingkat menjadi MPUS.

Hal ini bermula ketika penduduknya di desa sulit untuk mendapat akses kesehatan dan juga terkendala jarak tempuh yang jauh. Akhirnya, dia memikirkan cara bagaimana agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan.

"Saya membuat mobile puskesmas (MPUS). Jadi, orang-orang bisa dapat pelayanan apa saja. Juga, biasanya anak kecil itu takut kalau mau diperiksa. Jadi, nanti bisa bilang kalau, ada MPUS (baca:kucing) datang," jawab Kang Emil sambil tertawa.

Tidak hanya MPUS saja yang menjadi hasil karyanya. Beberapa bangunan di wilayah Indonesia juga dirancang oleh Kang Emil. Salah satunya adalah Museum Tsunami Aceh.

Dalam membangun museum ini, Kang Emil berharap bahwa gedung ini dapat dijadikan sebagai escape building atau tempat untuk menyelamatkan diri.

2 dari 2 halaman

Rahasia Ridwan Kamil Temukan Inspirasi

Ridwan Kamil mengatakan ide-ide seperti ini dia dapatkan saat dirinya melakukan perjalanan atau traveling. Dirinya menyebutkan jika traveling menjadi sebuah kegiatan untuk mendapatkan inspirasi penyelesaian masalah (solving problem) dan penemuan solusi (finding solution).

"Yang pertama itu traveling. Kedua itu mencari great idea. Dengan begitu, kita dapat melihat sisi luar yang banyak dan menjadi sumber inspirasi," ucapnya.

"Desain yang baik adalah menganalisa dan mensistesis (mengumpulkan hasil foto traveling) sehingga mampu membuat solusi dari hasil yang sudah didapat," jelasnya.

Reporter Magang : Nurul Fajriyah

[bim]

Baca juga:
Macam-Macam Usaha Sampingan di Rumah, Modal Kecil Untung Besar
Simak Tips Ampuh Memulai Bisnis Kedai Kopi di 2020
Tips Jitu Mulai Bisnis Kecil-kecilan
Pilihan Dilematis Jeff Bezos Saat Memulai Berbisnis
Raup Untung di Musim Hujan, Coba 5 Ide Bisnis Ini
Kopi Kenangan Raih Suntikan Modal dari Jay-Z Hingga Serena Williams

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini