Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Oman Air resmi beroperasi, Indonesia dikepung maskapai asing

Oman Air resmi beroperasi, Indonesia dikepung maskapai asing Oman Air. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Maskapai Oman Air resmi beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (14/12). Dengan nomor penerbangan WY 847, Oman Air melayani penerbangan rute Cengkareng (CGK) - Muscat (MCT) dan sebaliknya.

Beroperasinya maskapai Oman Air ditandai dengan mendaratnya pesawat Airbus tipe 330-300 di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta , siang tadi setelah terbang dari Muscat Internasional Air Port.

Pesawat ini berkapasitas 24 kursi Kelas Bisnis dan 265 kursi Kelas Ekonomi. Sementara penerbangannya dijadwalkan sebanyak tiga kali seminggu di bulan Desember 2014 dan nantinya menjadi empat kali seminggu di bulan Januari 2015.

Manajer Humas dan Protokoler Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudis Tiawan menuturkan, kehadiran Oman Air tidak membuat kondisi di bandara Cengkareng semakin padat. Alasannya, telah melalui tahapan prosedur perizinan yang ada di Indonesia.

"Jadwal kedatangan yang digunakan Oman Air masih dapat ditangani seperti Penerbangan Internasional di Bandara Soekarno Hatta yang lain," katanya.

Dengan beroperasinya Oman Air, maka jumlah maskapai asing yang beroperasi di Bandara Soekarno Hatta menjadi 39 maskapai. Penumpang yang menggunakan jasa pesawat Oman Air dapat melakukan Check In di Counter 99 sampai dengan 103 Area Check In Terminal 2D.

Yudis juga menyampaikan, kehadiran Oman Air di Indonesia ini juga bukan rute yang pertama di Asia Tenggara. Maskapai tersebut sudah terlebih dahulu beroperasi di Malaysia dan Thailand.

"Kita optimis dengan masuknya Oman Air ke Indonesia akan berpengaruh positif bagi perekonomian nasional, khususnya sektor pariwisata," jelasnya.

Sementara itu, Senior General Manajer Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjipatadi mengatakan, bertambahnya maskapai baru yang beroperasi di Indonesia otomatis menambah tantangan baru bagi bandara tersibuk ke delapan di Dunia itu.

Karenanya, ketika Oman Air mendapat izin operasi dari Dirjen Perhubungan Udara, PT Angkasa Pura (AP) II harus memaksimalkan bandara.

"Permohonan beroperasi Oman Air meminta waktu pukul 13.50 WIB untuk mendarat dari Muscat (Oman) dan pukul 15.51 WIB untuk terbang dari Bandara Soekarno-Hatta. Jadi yang kami lakukan adalah mengkonfirmasi NAC-nya (notice airport capacity). Ternyata untuk penerbangan Internasional masih tersedia pada jam tersebut dan runway kita sudah mampu menampung sampai 72 pesawat per jam. Nantinya juga ada evaluasi slot setiap enam bulan sekali," ujarnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP