Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil dan pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia. Ditinjau dari segi ekonomi, petani kelapa sawit mempunyai posisi penting dan sekaligus paling rentan.Kerentanan mereka salah satunya diakibatkan oleh karakteristik komoditas kelapa sawit yaitu Tandan Buah Segar (TBS) atau buah kelapa sawit harus diproses dalam 24 jam setelah panen untuk menjaga kualitas."Seringkali petani kecil tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk menjual dan memindahkan Tandan Buah Segar dengan cepat, sehingga kualitas Tandan Buah Segar mereka cenderung memburuk," kata Muliaman di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta, Selasa (23/5).Muliaman menegaskan, ketidakpastian akses terhadap pasar, fluktuasi harga di pasar, dan kurangnya pengetahuan untuk mempertahankan kebun kelapa sawit berdampak kepada berkurangnya produktivitas dan memperkuat ketergantungan mereka pada tengkulak dalam penjualan hasil panen untuk diproses."Total luas kebun kelapa sawit terus mengalami peningkatan, untuk total pengelolaan kebun kelapa sawit yang dikelola oleh petani kecil mempunyai luas sekitar 3,125 juta hektar (ha) pada 1979 meningkat menjadi 4,166 juta ha pada 2014. Dengan demikian diperlukan pembiayaan yang menyasar pada petani kelapa sawit yang menerapkan konsep keberlanjutan," ujar Muliaman."Saat ini, terdapat beberapa inisiatif pendanaan dan proyek percontohan yang bernilai tinggi untuk mendukung petani kecil, yaitu dengan memberikan akses terhadap modal bagi yang membutuhkan. Skema-skema tersebut termasuk dalam tanggung jawab sosial perusahaan swasta (Corporate Social Responsibility/CSR) secara individu, serta merupakan perbaikan regulasi pemerintah dalam pengembangan program petani plasma," katanya.Di samping itu, bank-bank nasional dan lembaga penyedia pinjaman swasta memainkan peranan penting dalam keuangan kelapa sawit. Sekitar 20 manager investasi mengendalikan 80 persen pendanaan ekuitas yang diinvestasikan ke dalam sektor kelapa sawit.Di samping pendanaan swasta, dukungan pendanaan juga diperlukan bagi pengembangan pembiayaan yang inovatif, dengan disesuaikan dengan kebutuhan agrobisnis kecil yang rentan. Selain itu, petani kelapa sawit bersifat padat karya, perkebunan merupakan pemberi kerja utama yang dapat membantu mendorong stabilitas sosial. Petani kecil juga merupakan pendorong keberlanjutan lingkungan hidup."Melalui regulasi yang akan segera dilaunching OJK mengenai Keuangan Berkelanjutan, diharapkan dapat menjembatani pembiayaan-pembiayaan yang berpihak pada petani kecil swadaya melalui pengembangan skema inovasi pembiayaan yang berkelanjutan, dengan demikian dapat mendorong terciptanya pembiayaan yang berkelanjutan," pungkasnya.
OJK janjikan petani kelapa sawit dapat fasilitas pembiayaan kredit
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil dan pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia. Ditinjau dari segi ekonomi, petani kelapa sawit mempunyai posisi penting dan sekaligus paling rentan.
Rekomendasi