Nilai pasar industri kemasan ditarget capai Rp 90 triliun hingga akhir tahun

Rabu, 19 September 2018 17:41 Reporter : Idris Rusadi Putra
Nilai pasar industri kemasan ditarget capai Rp 90 triliun hingga akhir tahun Pameran industri kemasan. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Federasi Pengemasan Indonesia, Henky Wibawa mengatakan, industri kemasan mengalami pertumbuhan yang melambat, namun beberapa investor asing masih berminat masuk ke industri dalam negeri. Jumlah penduduk Indonesia yang besar dan masyarakat ekonomi menengah yang terus tumbuh mendorong pertumbuhan consumer goods yang harus didukung oleh industri kemasan. Hal ini menjadi potensi yang menarik bagi para investor.

Pertumbuhan industri kemasan hingga akhir tahun ini diproyeksikan berada di kisaran 5 persen - 6 persen dengan nilai pasar sekitar Rp 90 triliun.

Henky mengatakan, selama 3 tahun terakhir, pertumbuhan industri packaging melambat dari 10 persen menjadi single digit. Salah satu faktor yang menyebabkan perlambatan ini adalah perubahan gaya hidup yang menyebabkan tuntutan permintaan kemasan juga berubah.

"Market sekarang didominasi kalangan muda yang lebih aware terhadap produk sehat dan ramah lingkungan, juga produk siap saji. Tetapi, tidak semua perusahaan kemasan siap dengan teknologinya," ujar Henky Wibawa.

Menurutnya, dengan perubahan gaya hidup masyarakat tersebut, industri kemasan harus mulai memikirkan inovasi supaya produk yang dihasilkan memenuhi kebutuhan. Selain itu, kecenderungan kaum milenial yang berbelanja ketika membutuhkan juga disebutkan sebagai salah satu penyebab perlambatan industri kemasan.

Guna menyiapkan teknologinya, pameran berskala Internasional Indoplas, Indopack, Indoprint resmi dibuka hari ini, 19 September sampai dengan 22 September 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran Hall A dan D. Pameran ini menyambut 400 peserta dari 20 negara, termasuk partisipasi pertama kali dari Iran. Selain itu pemasaran ini ini juga menjadi tuan rumah bagi lima paviliun nasional dan grup negara yang menampilkan Austria, China, Jerman, Singapura, dan Taiwan.

"Pameran ini ditargetkan akan menarik lebih dari 22.000 pengunjung perdagangan dari beragam industri seperti otomotif dan transportasi, bangunan dan konstruksi, kimia, makanan dan minuman, seni grafis dan percetakan, ritel, farmasi dan banyak lagi," ucap Managing Director Messe Düsseldorf Asia, selaku penyelenggara pameran, Gernot Ringling.

Menurutnya, industri pengemasan serta percetakan tumbuh dan berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan akan kebutuhan serta kualitas untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta meningkatkan kualitas produk yang sudah ada di tanah air saat ini, diperlukan bahan baku, teknologi serta proses finishing yang berkualitas. Tak hanya itu, para pelaku industri pun perlu untuk melakukan transfer teknologi sehingga dapat melakukan inovasi produk untuk dapat memperluas pangsa pasar.

"Kami telah melihat peningkatan partisipasi dari perusahaan-perusahaan yang berasal dari China, Jerman dan Singapura. Tahun ini, kami dengan bangga menyambut Persia Gulf Polymer Co, yang akan bergabung dengan kami dari Iran untuk pertama kalinya. Ini menunjukkan minat kolektif dan nilai potensial pasar Indonesia, terutama dengan basis produksi negara yang berkembang untuk industri manufaktur, dan inisiatif pemerintah untuk menarik investasi asing."

Sebagai platform one-stop business sourcing, pameran ini merupakan hasil dari roadmap pemerintah baru-baru ini, 'Menuju Indonesia 4.0', yang bertujuan untuk membangun ekonomi digital dan berfokus pada lima sektor utama makanan dan minuman, otomotif, tekstil, elektronik dan bahan kimia.

Saat ini, lima sektor ini berkontribusi 17,8 persen terhadap GDP nasional Indonesia. Dengan diperkenalkannya roadmap baru, Indonesia berencana untuk memberdayakan UKM melalui teknologi digital, meningkatkan infrastruktur digital dan menarik investor asing.

Pada edisi kali ini, Heidelberg dengan tema Smart Printshop, akan menampilkan model cetak digital baru Versafire. Valco Melton, salah satu pemimpin dunia dalam kemasan makanan dan minuman, akan menampilkan pneumatik mereka, Melt-on Demand dan EcoStitch All Electric Solutions untuk pertama kalinya di lantai pertunjukan.

"Lebih pentingnya lagi, pameran ini akan menjadi tempat yang ideal bagi para pebisnis untuk berbagi praktik terbaik dan solusi pada skala internasional yang dapat berkontribusi pada peningkatan kapasitas industri serta perubahan output produksi yang cepat, sehingga meningkatkan daya saing industri lokal." [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini