Alhasil, transformasi digital di Tanah Air tidak melahirkan ekonomi baru.
Advertisement
Transformasi digital yang terjadi di Indonesia selama ini hanya terkonsentrasi di sektor hilir atau dalam hal penjualan, bukan dari sisi produksi. Padahal Presiden Joko Widodo telah mengingatkan pemerintah dan swasta tentang pentingnya transformasi digital bagi kemajuan ekonomi nasional.
"Pak Presiden Jokowi dari dulu terus mengingatkan pemerintah dan swasta soal pentingnya transformasi digital untuk kemajuan ekonomi nasional, soal mesin pintar AI, IoT," kata Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam keterangan yang diterima merdeka.com, Jakarta, Sabtu (16/9).
Advertisement
Belum ada penggunaan teknologi digital yang diaplikasikan dalam sistem produksi nasional di berbagai sektor industri.
Baik industri manufaktur, agrikultur, argomaritim, kesehatan dan sebagainya.
Advertisement
Advertisement
Sebaliknya, yang ada malah membunuh ekonomi lama yang selama ini menopang pertumbuhan yakni Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
merdeka.com
Advertisement
Hal ini tidak terlepas dari tidak adanya strategi nasional transformasi digital yang dijalankan Pemerintah.
Bahkan tidak ada satu badan atau lembaga yang mengaturnya.
Advertisement
Teten menjelaskan, transformasi digital di Indonesia hanya berkembang di sektor perdagangan
(e-commerce) hanya berjalan di hilir saja, bukan di sektor produksi.
Tak heran jika produksi barang nasional masih kalah dengan produk dari luar negeri.
Akibatnya, hasil produksi luar negeri bisa dijual jauh lebih murah. Mengingat dengan bantuan digitalisasi, proses produksi menjadi lebih efisien dan berkualitas.
"Makanya produksi nasional kalah dengan produk dari luar yang lebih murah," kata Teten.