Menteri Rini resmikan 3 jembatan gantung di Lebak-Banten

Jumat, 8 Desember 2017 21:14 Reporter : Siti Nur Azzura
Menteri Rini resmikan 3 jembatan gantung di Lebak-Banten Menteri BUMN Rini Soemarno. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan jembatan gantung Balepunah, Cikeuyeup dan Cisimeut di kawasan Lebak-Banten, Jawa Barat. Pembangunan jembatan ini merupakan hasil sinergi dari 4 BUMN, yaitu PT Hutama Karya, PT BNI, PT BRI, dan PT Bank Mandiri dengan total investasi sebesar Rp 3,3 Miliar dan durasi pembangunan selama 3 bulan.

Jembatan gantung ini terdiri atas tiga jembatan, yaitu Jembatan Balepunah sepanjang 67 meter dengan lebar 1,6 meter yang terletak di Desa Sangian Tanjung Kecamatan Cimarga. Jembatan Cikeuyeup dengan panjang 42 meter dan lebar 1,6 meter yang terletak di Kampung Cicemon-Kampung Cikadu, Desa Gunung Anteun.

Juga jembatan Cisemeut dengan panjang 75 meter dan lebar 1,6 meter yang terletak di Kampung Cibanteur-Kampung Batang-Desa Sangkanwangi. Ketiga jembatan ini telah dapat difungsikan oleh pejalan kaki, kendaraan roda dua dan roda tiga.

"Dalam rangka mendukung program pembangunan, BUMN hadir melalui peningkatan konektivitas darat, laut dan udara dengan pembangunan jembatan, jalan tol, pelabuhan, dan bandara sampai ke pelosok negeri. Semoga dengan kehadiran jembatan gantung di Kabupaten Lebak dapat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian dan mendukung fungsi sosial masyarakat sekitar," kata Rini melalui keterangan resminya, Jumat (8/12).

Dia menambahkan, BUMN memegang peranan signifikan dalam perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Indonesia, yang memainkan peran kunci dalam usaha mencapai distribusi ekonomi yang adil dan merata.

Dalam jangka pendek, pembangunan infrastruktur akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara dalam jangka panjang, infrastruktur akan memacu pertumbuhan lebih lanjut dan meletakkan dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini juga mendatangi nasabah-nasabah Mekaar di Lebak, Banten untuk memberikan motivasi bagi pelaku usaha super mikro. Mekaar merupakan salah satu program BUMN untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra-sejahtera pelaku usaha ultra/super mikro yang diinisiasi oleh PT PNM.

Mekaar area Lebak telah menyalurkan pembiayaan kepada 10 ribu perempuan Pra-Sejahtera sebesar kurang lebih Rp 20 miliar di 9 cabang. Program Mekaar dirancang untuk memudahkan kelompok pra-sejahtera untuk mendapatkan penyaluran pembiayaan dengan kriteria yang ringan.

Yakni melalui metode tanggung renteng, pembiayaan usaha produktif serta membiasakan budaya menabung, pembayaran bertahap, tanpa jaminan serta pendampingan nasabah yang dilakukan secara berkala melalui kegiatan Pertemuan Kelompok Mingguan untuk membangun kedisiplinan dan jiwa kewirausahaan pada nasabah. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini