Menteri Jonan lebih pilih jual gas dari Natuna ke Vietnam, ini alasannya

Rabu, 23 Agustus 2017 17:54 Reporter : Rizky Andwika
Menteri Jonan lebih pilih jual gas dari Natuna ke Vietnam, ini alasannya Menteri Jonan di Sumut. ©2017 Merdeka.com/saugi

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemerintah akan menjual gas yang diproduksi oleh Premier Oil di Blok Tuna, Kepulauan Natuna ke Vietnam. Proses penjualan gas akan diatur oleh SKK Migas.

"Intinya begini hasil gas dari blok Tuna yang dikelola oleh Premier Oil itu melalui SKK Migas akan menjual gasnya ke Vietnam," kata Menteri Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8).

Menteri Jonan menjelaskan untuk merealisasikan penjualan tersebut, maka pemerintah akan membangun pipa kurang lebih sepanjang 70 kilometer ke Vietnam. Tujuannya untuk mengaliri gas.

"Pipanya panjangnya berapa? kalau dari batas perairan, wilayah perairan itu mungkin dari sumur ke situ mungkin 11 kilo (km). Nah maju lagi sampai ke daratan mungkin 60 (kilo) jadi 70 kiloan," ujarnya.

Sementara itu, mantan menteri perhubungan itu menjelaskan alasan gas tak dialirkan ke Indonesia. Penyebabnya, harga jual akan mahal. Maka, pemerintah memutuskan untuk menjualnya ke Vietnam.

"Karena kalau dialirkan ke wilayah Indonesia dari blok Tuna itu fasilitas pipa yang paling dekat yang kita punya, kalau tidak salah ya, itu panjangnya 382 kilo. Ya harganya jadi mahal kalau dijual ke sini. Jadi lebih baik dijual ke sana (Vietnam)," ujarnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini