Mentan Amran marah pengepul beli murah jagung petani

Rabu, 25 Januari 2017 09:26 Reporter : Anggun P. Situmorang
Mentan Amran Sulaiman. Novita Intan Sari©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan panen padi dan percepatan tanam padi di Desa Pulo, Blora, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Amran juga melakukan pengecekan harga hasil panen petani yaitu gabah dan jagung.

Mentan Amran tiba tiba kesal mengetahui hasil panen jagung petani dibeli di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Hal tersebut disampaikan oleh Jamini. Wanita 44 tahun tersebut mengatakan, hasil panen jagungnya dibeli oleh pengepul di bawah HPP yaitu Rp 2.500.

"Ini mana Bulog? Bukan direkturnya, petugas lapangan Bulog mana? Tidak boleh ini jagung harganya murah begini. Beli minimal Rp 3.100. Tidak boleh petani dikibuli terus. Saya perintahkan beli sesuai HPP, Rp 3.100," kata Mentan Amran di Kawasan Pertanian Desa Pulo, Blora, Jawa Tengah, Selasa (24/1). Mentan Amran meminta petani menjual hasil panen ke Bulog.

Menteri Amran meminta Jamini menyebutkan siapa orang yang membeli jagung hasil panennya di bawah HPP. Setelah Jamini memberitahu, Mentan Amran memerintahkan Wakapolres Blora untuk menelusuri orang yang membeli harga panen Jamini di bawah HPP.

"Coba itu Wakapolres cari orangnya. Bawa ke kantor polisi, tapi jangan dipenjarakan. Diselesaikan secara adat, ditanya dulu kenapa dia belinya murah. Tapi ini tidak boleh lagi ya," ujar Mentan Amran.

Atas kejadian yang dialami oleh Jamini, Mentan Amran memberikan bantuan hand tractor secara gratis. Amran berharap dengan bantuan hand tractor, Jamini dapat meningkatkan produksi hasil taninya.

"Ini traktor buat ibu. Langsung bawa pulang ya. Nanti bantuan yang buat Blora saya ganti. Tapi karena ini bantuan pemerintah, nanti kalau ada tetangga yang pinjam dikasih ya. Kalau perlu sewa, bayar setengahnya saja," ungkapnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.