Media sosial akhir-akhir ini tengah ramai membicarakan tentang utang pemerintah yang hingga Juni 2017 mencapai Rp 3.706,52 triliun. Jumlah ini dinilai sangat tinggi dan menimbulkan anggapan negatif di masyarakat.Bahkan, dalam rapat paripurna mengenai pengambilan keputusan terhadap RAPBN-P 2017, seorang anggota dewan bertanya apakah pemerintah Indonesia bisa menentukan APBN tanpa menggunakan utang.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang merupakan hal yang sangat kompleks. Di mana, utang merupakan responsibility choice dan strategi agar keuangan negara tetap stabil namun seluruh kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi."Apakah pemerintah bisa tidak tanpa utang? yang harus diketahui, utang itu responsibility choice, ini soal strategi," kata Sri Mulyani di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (27/7).Dia mencontohkan, jika pemerintah harus menentukan anggaran negara tanpa utang, maka harus ada anggaran yang dipotong. Namun, pemotongan tersebut tentunya juga harus memiliki strategi agar tidak mengganggu keseimbangan anggaran."Apakah gaji harus saya potong? Biaya pendidikan harus saya potong? Biaya kesehatan harus saya potong? Apakah biaya untuk rakyat miskin harus saya potong?" Imbuhnya."Kami juga menyusun APBN lalu didiskusikan ke DPR, tinggal DPR menyuarakan hati rakyat. Tapi komisi ini minta tambahan dana untuk pertahanan, komisi ini minta tambahan untuk pendidikan, komisi ini minta tambaha untuk kesejahteraan petani. Kalau komisi 1-11 nambah trus siapa yang turun?"Menurutnya, pemerintah bisa mengurangi jumlah utang negara dengan mengoptimalkan pendapatan, salah satunya pendapatan perpajakan. Namun, saat dirinya ingin menaikkan pajak, maka banyak pihak yang merasa keberatan jika pajak dinaikkan."Itu lah masalahnya, tapi (utang) itu pilihan," pungkas Sri Mulyani.
Menkeu sebut utang sebagai pilihan sekaligus strategi pemerintah
Media sosial akhir-akhir ini tengah ramai membicarakan tentang utang pemerintah yang hingga Juni 2017 mencapai Rp 3.706,52 triliun. Jumlah ini dinilai sangat tinggi dan menimbulkan anggapan negatif di masyarakat.
Advertisement
Rekomendasi