Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendag Agus Minta Setiap Daerah Jamin Kenyamanan Konsumen dengan Terapkan Tertib Ukur

Mendag Agus Minta Setiap Daerah Jamin Kenyamanan Konsumen dengan Terapkan Tertib Ukur Peresmian daerah dan pasar tertib ukur di Bandung. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan menetapkan empat kota/kabupaten di Jawa Barat sebagai daerah tertib ukur. Keempat kota dan kabupaten tersebut mendapat predikat sangat memuaskan dalam hal perlindungan konsumen.

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menyebutkan, setiap kota dan kabupaten wajib menjamin warganya merasa nyaman dan aman saat melakukan transaksi ketika berbelanja.

"Tujuan dari peresmian daerah dan pasar tertib ukur ini adalah untuk memberikan perlindungan konsumen dan meningkatkan kepercayaan kepada para pelaku usaha," ujar Agus Suparmanto saat meresmikan daerah dan pasar tertib ukur di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (20/12).

Empat kota dan kabupaten di Jawa Barat yang telah ditetapkan sebagai darrah dan pasar tertib ukur ialah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bogor. Keempat kota/kabupaten itu masuk dalam 13 Daerah Tertib Ukur (DTU) di Indonesia tahun ini dengan predikat Sangat Memuaskan.

Penetapan DTU ini diputuskan melalui Keputusan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 1.441 Tahun 2019 tentang Penetapan Daerah Tertib Ukur Tahun 2019.

Menurut Agus, tertib ukur akan membantu meningkatkan kualitas produk dalam negeri terutama UMKM dalam bertransaksi di pasar. Di samping itu, Agus mengatakan, peresmian daerah dan pasar tertib ukur juga sebagai upaya Kemendag dalam mendorong konsumen agar lebih cerdas dalam melihat dan membeli produk barang yang diinginkan.

"Pasar juga kita dorong untuk tertib ukur, sehingga konsumen lebih cerdas. Kalau membeli sesuatu benar nggak timbangannya, kemudian apa yang dia (konsumen) bayar sesuai dengan apa yang diukur," ucapnya.

Jamin Rasa Aman

aman rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku merasa bangga empat kota/kabupaten di Jabar mendapat predikat tersebut. Dia berharap setelah mendapat predikat itu masyarakat di empat kota/kabupaten bisa lebih nyaman ketika berbelanja.

"Kami berharap dengan adanya penghargaan daerah tertib ukur dan pasar tertib ukur bisa menjamin rasa aman dan nyaman dari warga di Indonesia dan saya berbangga hari ini ada empat daerah kami mendapat apresiasi," ucap Emil.

Ridwan Kamil menyebutkan secara statistik tingkat pertumbuhan ekonomi Jabar sangat baik, yakni berada di kisaran 5,6-5,8 persen. Pertumbuhan ekonomi tersebut membuat jumlah transaksi di segala sektor perdagangan mengalami peningkatan.

"Dengan populasi hampir 50 juta, artinya rakyat banyak belanja, melakukan aktivitas perdagangan, banyak traveling juga, sehingga bisnis pariwisata luar biasa dikunjungi rata-rata per tahun 50 juta wisatawan, mayoritas adalah wisatawan lokal regional, ujarnya.

Sebelumnya, Mendag telah menetapkan Adapun 9 DTU di seluruh Indonesia pada tahun ini. Ditambah saat ini 4 kota/ kabupaten di Jabar masuk dalam kategori tersebut.

Sementara itu, hingga 2019, telah terbentuk sebanyak 41 DTU atau sekitar 7,9 persen dari jumlah total 514 kota/kabupaten yang ada di Indonesia. Totalnya, telah terbentuk 54 DTU atau sekitar 10,5 persen dari jumlah kota/kabupaten di seluruh penjuru Tanah Air.

Adapun, untuk pasar tertib ukur, hingga 2019 telah ada sebanyak 390 pasar, terdiri dari 234 pasar usulan dari 91 kota/kabupaten dan 156 pasar dari 13 DTU. Secara keseluruhan, pada 2019 telah terbentuk 1.621 pasar tertib ukur di 34 provinsi atau sekitar 9,99 persen dari jumlah total 16.213 pasar di seluruh Indonesia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP