Masuk Kawasan Ibu Kota Baru, Lahan Samboja Diincar Investor Asing

Senin, 21 Oktober 2019 17:16 Reporter : Saud Rosadi
Masuk Kawasan Ibu Kota Baru, Lahan Samboja Diincar Investor Asing Gapura selamat datang di Amborawang Darat. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Sebagian wilayah Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang masuk kawasan ibu kota negara (IKN) terus jadi incaran investor perhotelan. Seperti di kawasan kelurahan Amborawang Darat, yang juga menjadi lokasi pusat latihan tempur (Puslatpur) TNI.

Presiden Joko Widodo, sebelumnya pada 26 Agustus 2019 lalu, mengumumkan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur. Lokasinya, di sebagian Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara (PPU).

"Iya, sejak pengumuman itu banyak yang survei lahan di Amborawang Darat," kata Lurah Amborawang Darat Surianto, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (21/10).

Surianto menerangkan, kebutuhan lahan yang diinginkan, bukan dalam skala kecil. "Bukan cuma 1-2 hektare saja. Tapi lebih 5 hektare. Rencana diantaranya, buat bangun perhotelan karena dekat dengan laut," ujar Surianto.

"Mereka (investor) ini datang dari Korea, dari Thailand, pakai penerjemah bahasa Indonesia. Jadi, nginap di Balikpapan, kemudian survei ke Amborawang Darat," tambah Surianto.

Investor menginginkan lahan tidak begitu jauh dari lokasi Puslatpur TNI dan juga Selat Makassar. "Mungkin pertimbangannya, tidak begitu jauh dengan areal TNI supaya lebih aman," terang Surianto.

Kendati demikian, Surianto menilai lahan kosong seluas lebih 5 hektare, sulit dicari di wilayah Amborawang Darat. "Karena sudah banyak permukiman penduduk, dan kebun warga. Sementara, mereka menginginkan tidak ada apapun di atasnya. Ya lahan kosong," ungkap Surianto.

"Tapi, itu dia. Mereka masih sebatas survei lahan ya. Belum kepada transaksi. Karena Amborawang Darat tidak begitu jauh dari Balikpapan. Sekitar 30 kilometer saja," tutup Surianto. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini