Layanan Pembukaan Rekening Efek Permudah Startup Terdaftar di Bursa

Selasa, 23 April 2019 20:34 Reporter : Merdeka
Layanan Pembukaan Rekening Efek Permudah Startup Terdaftar di Bursa Inarno djajadi. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, pihaknya terus mendukung perusahaan startup digital agar bisa terdaftar di pasar modal. Salah satunya dengan melakukan simplifikasi pembukaan rekening efek.

"Kalau kita lihat inisiatif dari kita, salah satunya juga merupakan adanya suatu simplifikasi pembukaan rekening. Itu inisiatif yang kita sekarang galakan," jelas dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/4).

Inarno menyebutkan, proses penyederhanaan secara digital ini dapat mempermudah dan mempercepat pembukaan rekening efek. "Jadi tadinya investor mengeluhkan untuk pembukaan rekening yang biasanya dua atau bahkan tiga minggu. Dengan adanya simplifikasi pembukaan rekening tersebut, kita bisa mempersingkat proses tersebut. Bisa sekitar dibawah satu jam," urainya.

Hal kedua yang mendukung startup digital listing di bursa yakni distribusi dari Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Negara (SBN) yang juga sudah melalui perusahaan financial technology (fintech) untuk pasar perdananya.

"Jadi itu merupakan dukungan kita terhadap perkembangan dari digital transaksi," ungkap dia.

Selain itu, Inarno pun membuka kemungkinan bahwa simplifikasi pembukaan rekening efek juga akan ikut melibatkan fintech, namun ada beberapa prosedur yang musti dipermudah. "Kalau tadinya harus tatap muka, mungkin bisa melalui digital tatap mukanya. Kalau tadinya harus tandatangan basah, nanti bisa digital signature," ujar dia.

Dia menyebutkan, sudah ada perusahaan financial technology (fintech) yang telah menjajaki diri untuk membuka saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Namun, dia masih belum mau terbuka lebih jauh, perusahaan mana saja yang hendak mencatatkan namanya sebagai emiten baru di pasar modal.

Saat ditanya kapan perusahaan yang dimaksud bakal melakukan penjajakan, lagi-lagi ia belum mau menjawab lebih rinci.

"Mungkin itu butuh proses. Kalau bisa secepatnya lebih baik. Tapi memang ada beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya mungkin bahwasanya bentuk badan hukumnya tidak PT (Perseroan Terbatas). Persyaratan di kita untuk listing kan salah satunya harus PT," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini