Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Laba maskapai penerbangan China terjun bebas

Laba maskapai penerbangan China terjun bebas pesawat. shutterstock

Merdeka.com - Laba sebagian besar maskapai penerbangan China merosot di kuartal I-2017. Meski jumlah penumpang masih banyak, keuntungan tetap tergerus karena tingginya harga bahan bakar.

Laporan China Securities Journal memaparkan, semua operator penerbangan China yang sahamnya diperdagangkan di bursa telah merilis laporan keuangan kuartal pertama mereka, dan sebagian besar melaporkan bahwa profitabilitasnya berkurang karena biaya bahan bakar yang lebih tinggi memukul marjin laba.

China Southern Airlines, maskapai penerbangan terbesar di negara itu mencatatkan laba bersih yang merosot 42,44 persen secara tahun ke tahun menjadi 1,55 miliar yuan (sekitar USD 225 juta ) pada kuartal pertama, meski pertumbuhan pendapatan bisnisnya naik 10,98 persen menjadi 30,97 miliar yuan.

Meningkatnya harga bahan bakar mendorong biaya operasional China Southern Airlines sebesar 21 persen dari tahun ke tahun.

Tekanan dari biaya bahan bakar yang lebih tinggi juga tercermin dalam laporan operator lainnya. Air China, maskapai penerbangan nasional yang laba bersihnya turun 39,8 persen secara tahun ke tahun menjadi 1,47 miliar yuan. Hainan Airlines melihat penurunan laba bersih 42 persen menjadi 835 juta yuan.

Operator yang lebih kecil juga bernasib sama, di mana laba Juneyao Airlines dan Spring Airlines turun masing-masing 7,5 persen dan 17,3 persen.

Meski demikian, jumlah penumpang di China meningkat 13,8 persen dari tahun ke tahun pada Maret 2017, meningkat dari kenaikan 9,8 persen di Februari, dan 11,8 persen untuk 2016, menurut Badan Penerbangan Sipil China.

China menempati urutan kedua di dunia dalam hal penumpang dan kargo udara, mengikuti Amerika Serikat.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP