Kesal, Presiden Jokowi bantah besaran utang saat ini disebabkan pemerintahannya

Sabtu, 7 April 2018 16:18 Reporter : Supriatin
Kesal, Presiden Jokowi bantah besaran utang saat ini disebabkan pemerintahannya Jokowi dan budayawan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi geram dengan pemberitaan di media sosial tentang isu utang pemerintah yang jumlahnya mencapai ribuan triliun Rupiah. Presiden Jokowi menegaskan, utang itu bukan karena ulahnya melainkan sudah ada dari pemerintah sebelumnya.

"Isu utang, saya dilantik itu utangnya sudah Rp 2.700 triliun, ya saya ngomong apa adanya. Bunganya setiap tahun Rp 250 triliun. Kalau empat tahun sudah tambah seribu. Ngerti ndak ini? Supaya ngerti, jangan dipikir saya utang segede itu, enak aja," kata Presiden Jokowi dengan nada kesal saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Dia bercerita banyak berita miring yang selalu mengaitkan dengan dirinya. Salah satunya1 antek asing. Presiden Jokowi menyebut isu tersebut sangat tidak beradab. "Banyak yang dari kita ini ingin melemahkan bangsa dengan cara-cara tidak beradab. Ngomongin isu antek asing coba, tuding-tuding ke saya," kata Presiden Jokowi.

Setelah isu antek asing meredup, lawan politik menggiring lagi desas desus yang mengaitkan dia denganPartai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, Presiden Jokowi sudah berkali-kali membantah tidak terlibat dengan organisasi terlarang tersebut.

"Saya jawab saat itu, saya ke pesantren-pesantren ngomong. Tahun 65 PKI dibubarkan, saya itu baru berumur 4 tahun, masa ada PKI balita," ucapnya.

Tak sampai di situ, lanjut Presiden Jokowi, muncul lagi isu pembangunan infrastuktur di Tanah Air yang tidak beres. Namun demikian, Presiden Jokowi menyadari pembangunan proyek infrastruktur di sejumlah wilayah tidak selalu berjalan mulus.

"Kita mengerti semuanya, bahwa membangun itu kadang-kadang ada yang salah, ada yang khilaf, ya itu yang kita benahi. Kita itu manusia biasa yang penuh dengan kesalahan dan kekurangan," kata dia.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini