Kemenkeu Ungkap Realisasi Dana TKD Sulawesi Selatan Capai Rp29,3 Triliun per November 2025

Realisasi Dana TKD Sulawesi Selatan telah mencapai Rp29,3 triliun hingga November 2025, menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenkeu Ungkap Realisasi Dana TKD Sulawesi Selatan Capai Rp29,3 Triliun per November 2025
Kementerian Keuangan melaporkan Realisasi Dana TKD Sulawesi Selatan telah mencapai Rp29,3 triliun hingga November 2025, mendekati target penyerapan akhir tahun untuk pembangunan daerah. (AntaraNews)

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Sulawesi Selatan, Supendi, melaporkan bahwa realisasi dana transfer ke daerah (TKD) di wilayah tersebut telah mencapai Rp29,3 triliun. Angka ini tercatat hingga November 2025, mendekati pagu anggaran yang ditetapkan untuk tahun berjalan.

Total pagu anggaran TKD untuk Sulawesi Selatan adalah sebesar Rp31,6 triliun, yang berarti penyerapan dana telah mencapai 92,61 persen dari target. Realisasi Dana TKD Sulawesi Selatan ini menunjukkan progres signifikan dalam penyaluran dana dari pusat ke daerah, memastikan kelangsungan program pembangunan.

Dana TKD ini dialokasikan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik di Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas fiskal daerah dan secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok provinsi.

Realisasi Dana TKD Sulawesi Selatan didominasi oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). DAU telah terealisasi sebesar Rp19,9 triliun, menjadi komponen terbesar dalam total serapan belanja TKD hingga November 2025.

Sementara itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) juga memberikan kontribusi signifikan dengan realisasi mencapai Rp6,5 triliun. Kedua jenis dana ini merupakan tulang punggung dalam mendukung operasional pemerintah daerah serta program-program prioritas di berbagai sektor.

Selain DAU dan DAK, penyaluran Dana Desa juga menunjukkan angka yang substansial, yakni Rp1,8 triliun. Dana Bagi Hasil (DBH) telah tersalurkan sebesar Rp858,2 miliar, serta Dana Insentif Fiskal (DIF) yang mencapai Rp253,6 miliar.

Berbagai jenis dana ini memastikan bahwa kebutuhan pembangunan dan pelayanan di tingkat desa hingga kabupaten/kota dapat terpenuhi secara merata. Penyaluran yang efektif menjadi kunci keberhasilan program pemerintah.

Dana transfer ke daerah ini secara spesifik diarahkan untuk mendukung beragam program pembangunan di Sulawesi Selatan. Sektor pariwisata, pendidikan, dan infrastruktur menjadi fokus utama penerima manfaat dari alokasi dana ini, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Beberapa contoh konkret pemanfaatan Dana TKD termasuk pembangunan Perpustakaan Manurung di Kabupaten Luwu Timur yang menggunakan Dana Desa. Selain itu, pembangunan puskesmas Doi-Doi di Kabupaten Barru dan rehabilitasi ruang kelas di TK Pekkabata, Kabupaten Pinrang, juga didanai dari DAK Fisik.

Rekonstruksi jalan samping Dolog di Kota Parepare juga merupakan salah satu proyek infrastruktur yang didukung oleh DAK Fisik. Supendi menekankan bahwa pemanfaatan dana tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan fisik, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan publik di daerah.

Optimalisasi penyaluran Dana TKD merupakan instrumen vital dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan realisasi yang telah melampaui 90 persen, diharapkan seluruh anggaran dapat terserap maksimal hingga akhir tahun, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh pelosok Sulawesi Selatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi