Kemenkeu Dukung Diskon Tarif Listrik Bencana Sumatera, Menkeu Purbaya Tunggu Pengajuan Resmi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungan terhadap rencana pemberian diskon tarif listrik bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera, menegaskan kebijakan ini relevan untuk meringankan beban korban. Namun, pengajuan resmi terkait diskon

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenkeu Dukung Diskon Tarif Listrik Bencana Sumatera, Menkeu Purbaya Tunggu Pengajuan Resmi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap rencana pemberian diskon tarif listrik bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Kebijakan diskon tarif listrik korban bencana ini dinilai relevan, namun Kemenkeu masih menunggu pe (AntaraNews)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menyatakan dukungannya terhadap rencana pemberian diskon tarif listrik. Kebijakan ini ditujukan khusus bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera. Dukungan ini muncul sebagai respons atas kondisi sulit yang dihadapi para korban pascabencana.

Meski demikian, Purbaya mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pengajuan resmi terkait kebijakan diskon tarif listrik tersebut yang diterima oleh Kementerian Keuangan. Ia memperkirakan bahwa usulan ini nantinya akan diajukan oleh PT PLN (Persero) secara langsung. Purbaya menekankan pentingnya pengajuan resmi untuk dapat memproses kebijakan ini lebih lanjut.

Purbaya menilai bahwa kebijakan diskon tarif listrik sangat relevan dan wajar diberikan kepada korban bencana di Sumatera. Banyak warga yang belum dapat kembali beraktivitas normal dan memperoleh penghasilan pascabencana, sehingga keringanan tarif listrik dapat menjadi bentuk dukungan nyata dari negara. Hal ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi mereka.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemberian diskon tarif listrik. Kebijakan ini akan menyasar masyarakat yang menjadi korban bencana alam di berbagai wilayah Sumatera. Purbaya melihat keringanan ini sebagai langkah krusial untuk membantu pemulihan ekonomi warga yang terdampak.

Namun, Purbaya menjelaskan bahwa proses implementasi kebijakan diskon tarif listrik belum dapat berjalan karena belum adanya pengajuan resmi. "Belum sampai ke saya. Itu nanti mungkin PLN yang akan sampaikan ke saya, belum, sampai sekarang belum sampai ke saya," kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis. Pengajuan resmi dari PT PLN (Persero) menjadi tahapan penting sebelum Kementerian Keuangan dapat mengkaji dan menyetujui usulan tersebut.

Purbaya menekankan relevansi diskon tarif listrik ini, mengingat kondisi sulit yang dialami banyak warga. "Kalau untuk daerah bencana selama masa itu harusnya ada, termasuk dana bencana kita karena mereka juga susah, mungkin juga belum berproduksi kan beberapa tempat, jadi enggak punya uang. Kalau dikasih pengurangan (diskon listrik) ya wajar aja. Tapi saya belum nerima permintaannya," tutur Purbaya. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan finansial bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan diri.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji rencana pemberian diskon tarif listrik. Kajian ini difokuskan untuk wilayah-wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Proses kajian ini merupakan tindak lanjut dari permohonan yang diajukan oleh para kepala daerah di wilayah terdampak.

Bahlil memastikan bahwa kebijakan diskon tarif listrik ini akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum dilaksanakan. "Karena pasti Bapak Presiden juga sudah memberikan kepada kami untuk hadir dalam melihat persoalan-persoalan yang dihadapi oleh rakyat kita," ujar Bahlil. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai arahan pimpinan negara.

Kementerian ESDM sedang mempertimbangkan durasi dan besaran biaya yang akan ditanggung untuk diskon tarif listrik ini. "Prinsipnya Kementerian ESDM akan memberikan diskon, namun kami lagi mengkaji berapa bulan dan biayanya berapa," tambah Bahlil. Keputusan akhir akan didasarkan pada hasil kajian mendalam dan persetujuan dari Presiden.

Selain fokus pada diskon tarif listrik, Kementerian ESDM juga memprioritaskan pemulihan infrastruktur kelistrikan di daerah terdampak bencana. Bahlil Lahadalia menyebutkan masih ada sekitar 150 desa yang memerlukan penyelesaian infrastruktur listrik secara menyeluruh. Upaya ini penting untuk memastikan pasokan listrik kembali normal bagi masyarakat.

Sebagai langkah cepat, Kementerian ESDM telah menyalurkan 1.000 unit generator set (genset) berkapasitas 5.000 hingga 7.000 volt ampere (VA). Bantuan ini didistribusikan ke 224 desa di Aceh yang terdampak bencana dan belum teraliri listrik. Penyaluran genset ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik darurat bagi warga.

Bantuan genset juga dilengkapi dengan paket pendukung berupa kabel NYM 2x2,5 mm sepanjang 100 meter, delapan unit kontak SNI, tujuh unit tusuk kontak SNI, pasokan BBM sebanyak 300 liter untuk kebutuhan 15 hari, serta dua unit isolasi. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membantu pemulihan pascabencana, termasuk perbaikan pelayanan sektor energi seperti pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, meskipun beberapa daerah masih membutuhkan usaha besar dalam pemulihan infrastruktur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi