Kemendag sebut impor beras khusus tak wajib dapat rekomendasi Kementan

Jumat, 12 Januari 2018 16:43 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan bahwa impor beras khusus yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat tidak memerlukan rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Oke menjelaskan, jika beras yang akan diimpor adalah jenis premium atau medium barulah harus ada kesepakatan sebelum dilakukan impor.

Jenis beras khusus sendiri adalah kategori beras yang tidak ditanam atau diproduksi di dalam negeri. Biasanya, beras khusus digunakan untuk kebutuhan kalangan tertentu seperti perhotelan, rumah makan dan beberapa perusahaan katering.

"Di ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018 ini kalau bukan beras medium tidak perlu rekomendasi. Jadi ini mekanisme hanya ada usulan pengajuan dari pelaku usaha untuk mengimpor beras bukan medium," kata Oke saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/1).

Oke menjelaskan, keputusan impor beras khusus dilakukan berdasarkan permohonan dari pengusaha. Jika itu disetujui, importir yang ditunjuk harus merupakan perusahaan milik negara.

Untuk impor kali ini, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) ditunjuk sebagai importir berdasarkan hasil kesepakatan bersama. Mekanisme impor dilakukan dengan kategori impor beras untuk keperluan lain bukan untuk kepentingan umum.

"Untuk kepentingan lainnya itu dalam permendag itu hanya bisa dilakukan importasi oleh BUMN. Jadi mekanisme ini biasa, jadi ada kebutuhan dari pelaku usaha untuk mengimpor, cuma karena ini harus BUMN jadi mereka mengajukan."

Oleh sebab itu, impor beras khusus tersebut tidak merogoh kantong keuangan negara. Sebab, bukan tergolong impor penugasan. "Jadi ini mekanismenya sebetulnya biasa makanya tak ada APBN yang turun, beda dengan penugasan."

Rencananya, beras khusus tersebut akan masuk ke Indonesia pada akhir bulan ini. Beras tersebut akan dijual di semua pasar mulai dari tradisional hingga modern dengan harga beras medium. "Untuk mengisi semua bisa modern store, tradisional market."

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.