Kata Menteri Basuki Soal Pasar Perbatasan PLBN Motaain Tak Termanfaatkan

Senin, 20 Mei 2019 17:54 Reporter : Merdeka
Kata Menteri Basuki Soal Pasar Perbatasan PLBN Motaain Tak Termanfaatkan Menteri PUPR kunjungi pasar di PLBN Motaain. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, bereaksi keras atas tak difungsikannya pasar perbatasan yang berada di Pos Lintas Batas (PLBN) Motaain yang hingga kini masih kosong melompong. Fakta itu didapatkannya pasca meninjau pos garis batas Indonesia-Timor Leste yang berada di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (19/5/2019) kemarin.

Menindaki kasus ini, dia menyatakan telah menghubungi Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo, yang juga merupakan mantan Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dalam periode 2017-2018.

"Kemarin sore saya lihat PLBN Motaain. Saya sudah telepon Sekjen Mendagri yang dulu sebagai Sekjennya pengelola perbatasan. Itu karena ada pasar, ada pembangunan yang sudah selesai tapi belum dimanfaatkan," ujarnya di Kabupaten Belu, NTT, Senin (20/5).

Sebagai informasi, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah memulai pembangunan PLBN Motaain sejak 2015 lalu. Pendanaannya berasal dari APBN sebesar Rp 82 miliar.

Bangunan PLBN Motaain meliputi zona inti yang terdiri dari bangunan utama, gedung pemeriksaan kendaraan, dan power house.

Sementara, pasar perbatasan termasuk ke dalam program pengembangan PLBN yang dilaksanakan pada 2017, yang juga meliputi pembangunan mess pegawai, Wisma Indonesia, tempat pencucian mobil, x-ray mobile, lapangan olahraga, hingga pos pengaman perbatasan (pamtas) TNI dan Polri.

Menteri Basuki mendesak agar pasar perbatasan PLBN Motaain untuk segera diisi agar aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan bisa lebih bergerak. "Itu bangunan-bangunan yang tidak murah, jadi harus segera dimanfaatkan. Jangan menunggu administratif. Harus segera dimanfaatkan untuk bisa (menjalankan) kegiatan ekonomi masyarakat," imbuh dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini