Jurus Central Departement Store hadapi persaingan transaksi online

Selasa, 3 Oktober 2017 17:35 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Jurus Central Departement Store hadapi persaingan transaksi online Central Departement Store. ©2017 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Managing Director PT Central Department Store, Hestiawati Muliani mengakui bahwa perubahan gaya belanja dari offline ke online memberikan tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis yang mengandalkan sistem penjualan offline.

Meskipun begitu, dia menegaskan PT Central Department Store memiliki cara khusus untuk menjaga agar pelanggannya tak pergi. Salah satunya dengan menawarkan berbagai benefit dan bentuk layanan untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang tidak bisa diperoleh dari transaksi online.

"Kita berikan pengalaman berbelanja. Jadi seperti misalnya, di Central kita punya kids club. Di mana, anak-anak bisa bermain sementara orang tuanya berbelanja," ungkapnya di Grand Indonesia East Mall, Jakarta Pusat, Selasa (3/10).

"Di dalam Central orang bisa lakukan kegiatan lain selain berbelanja yang tentunya akan memberikan pengalaman tersendiri bagi pelanggan. Nah. Kalau online kan kita tidak bisa menikmati benefit semacam itu," kata Hestiawati.

Lebih lanjut, dia mengatakan sejauh ini tidak ada penurunan jumlah pelanggan di Mall Grand Indonesia. Bahkan, jumlah pengunjung pada tahun ini mengalami peningkatan sebesar 15 persen dari tahun sebelumnya.

"Saya rasa masing-masing (online dan offline) punya segmentasi sendiri, kalau kita lihat tidak ada penurunan costumer ya. Ada growth jumlah kunjungan costumer kalau di Grand Indonesia sebesar 10 sampai 15 persen," jelasnya.

Sedangkan untuk proses transaksi dalam pembelanjaan, tambahnya, mayoritas pelanggan di Grand Indonesia yakni sebesar 70 persen menggunakan kartu kredit dalam bertransaksi dibandingkan secara tunai.

"Karena lebih mudah dan orang merasa praktis sekali," tandasnya. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini