Jurus BI Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Minggu, 11 Agustus 2019 15:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
Jurus BI Tekan Defisit Transaksi Berjalan Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) telah memiliki sejumlah cara untuk meredam defisit transaksi berjalan alias Current Account Deficit (CAD) hingga akhir tahun. Salah satunya yakni menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

"Jadi kalau kembali kepada tugas dan fungsinya Bank Indonesia bagaimana kita menjaga stabilitas nilai tukar dan menjaga likuiditas dollar itu sendiri," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, saat ditemui di Kompleks BI, Jakarta, Minggu (11/8).

Destry mengatakan dalam menekan CAD tentu saja juga diperlukan mendorong ekspor dan menekan impor. Namun, untuk menjaga keseimbangan keduanya tetap harus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Dia juga mengimbau kepada para eksportir agar secara bersama-sama mampu membawa devisanya ke Indonesia. Di mana, devisa tersebut nantinya dapat digunakan untuk pembangunan termasuk pembiayaan impor itu sendiri.

"Karena kita tau eksportir kita itu memang kebanyakan juga importir. Jadi, itu yang kami harapkan dan tentunya sekali lagi likuiditas dari dolar kita harapkan akan membaik ke depannya," katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan (deficit current account/CAD) secara keseluruhan pada tahun ini dapat ditekan lebih rendah dibandingkan posisi CAD pada tahun lalu. Di mana posisi CAD sepanjang 2018 telah mencapai USD 31,1 miliar atau 2,98 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"CAD kita perkirakan tahun ini akan mengarah 2,5 persen," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat ditemui di Kementerian Keuangan,Jakarta, Selasa (23/4).

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) naik menjadi USD 8,4 miliar atau 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada kuartal kedua 2019. Defisit ini naik dari USD 7 miliar atau 2,6 persen dari PDB pada kuartal pertama. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini