Jakarta jadi sarang faktur pajak fiktif, rugikan negara Rp 3,3 T

Selasa, 22 September 2015 19:22 Reporter : Novita Intan Sari
Ilustrasi Mafia Pajak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan ada 11.004 pengguna faktur pajak bodong dengan total kerugian negara mencapai Rp 6,5 triliun. Terbanyak pelaku faktur pajak fiktif ini berada di DKI Jakarta.

Kasubdit Pemeriksaan dan Bukti Permulaan Ditjen Pajak, Abdul Azis, mengatakan tercatat sebanyak 5.948 pengguna faktur pajak fiktif di Jakarta dengan total kerugian yang diderita negara sebesar Rp 3,3 triliun.

"Kita segera memeriksa ribuan pengguna faktur pajak bodong untuk wilayah DKI Jakarta. Pemanggilan secara bertahap dilakukan mulai 1-30 Oktober 2015," ujar dia di Kantornya, Jakarta, Selasa (22/9).

Total ada tujuh kanwil yang bekerja untuk meminta klarifikasi kepada pengguna tersebut. "Wajib pajak pengguna faktur fiktif diminta membayar kerugian negara. Apabila sudah melakukan pembayaran di tahun pembinaan wajib pajak, maka mereka bisa memanfaatkan PMK 91 untuk minta penghapusan sanksi pajak," jelas dia.

Sejauh ini, dari 11.004 pengguna faktur pajak fiktif dengan kerugian Rp 6,5 triliun, sudah terklarifikasi data sebesar Rp 1,4 triliun dari Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan lainnya. Sementara, yang sudah diakui dan diwajibkan untuk dilakukan pembayaran sebesar Rp 953 miliar. Sedangkan, yang sudah dibayar baru Rp 227 miliar hingga saat ini.

"Nanti dari Rp 3,3 triliun di wilayah DKI Jakarta, potensi yang bisa diraup mendapatkan fresh money sekira Rp 1 triliun dengan asumsi yang mengaku menggunakan faktur pajak fiktif 80 persen," ungkapnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini