Malaysia akan menaikkan upah minimum dan memperluas keringanan pajak pada 2027 sebagai langkah mengatasi kenaikan biaya hidup di tengah tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak global, menurut VnExpress.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026, Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengajukan rancangan anggaran ekspansif untuk tahun 2027. Ia berjanji menjalankan reformasi agar pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih merata oleh seluruh warga.
"Pertanyaan kami bukan hanya soal seberapa besar ekonomi yang akan dibangun, tetapi apakah pertumbuhannya akan membuka ruang bagi keluarga untuk menabung, bagi pekerja untuk menikmati upah yang lebih layak, bagi usaha kecil untuk terus berkembang,” kata Anwar dalam pidatonya, dikutip dari VnExpress, Sabtu (10/10/2026).
Rencana reformasi pendapatan mencakup kenaikan upah minimum menjadi 2.000 Ringgit Malaysia per bulan atau Rp 8,7 juta dari 1.700 Ringgit Malaysia atau Rp 7,4 juta, efektif mulai Juni 2027; peningkatan keringanan pajak penghasilan individu dari 9.000 menjadi 12.000 Ringgit Malaysia per tahun (Rp 39,4 juta menjadi Rp 52,5 juta); tambahan bantuan tunai 16 miliar Ringgit Malaysia (sekitar Rp 70 triliun); serta perluasan dukungan bagi pembeli rumah pertama dan pelaku usaha kecil, dengan asumsi kurs RM/IDR 4.381.
Koalisi pemerintah yang dipimpin Anwar sebelumnya mengalami kemunduran dalam pemilu daerah, memicu ekspektasi bahwa pemilu nasional dapat dimajukan dari jadwal normal.
Advertisement
Proyeksi Ekonomi Malaysia 2026-2027 Direvisi Naik
Pemilu nasional berikutnya dijadwalkan pada Februari 2028. Namun Anwar menyebut bisa menyerukan pemilu dadakan jika perpecahan internal aliansi pemerintahannya kian memburuk. Para analis menilai rancangan anggaran ini sebagai langkah pragmatis menjelang kemungkinan pemilu tersebut.
Pemerintah memperkirakan ekonomi Malaysia tumbuh 4,2–5,2% pada 2027. Proyeksi pertumbuhan 2026 juga dinaikkan untuk kedua kalinya tahun ini, dengan perkiraan mendekati batas atas 4,8–5,3%.
Pada paruh pertama 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,7%. Malaysia diuntungkan ledakan kecerdasan buatan (AI), dengan ekspor kotor diperkirakan meningkat 31% tahun ini seiring kuatnya permintaan produk teknologi dan semikonduktor.
Advertisement
Kebijakan Lain
Advertisement
Kontribusi Petronas dan Defisit 2027
Rencana belanja pemerintah 2027 meningkat 3,6% dibanding anggaran revisi tahun ini yang sebesar 444,1 miliar Ringgit Malaysia atau Rp 1.945 triliun, mencakup belanja pembangunan 83 miliar Ringgit Malaysia atau Rp 363,5 triliun dan belanja operasional 376,8 miliar Ringgit Malaysia atau Rp 1.650 triliun.
Pendapatan negara pada 2027 diperkirakan naik 4,7% menjadi 380,8 miliar Ringgit Malaysia atau Rp 1.668 triliun, termasuk kontribusi 32 miliar Ringgit Malaysia atau Rp 140,1 triliun dari perusahaan energi Petronas.
Tagihan subsidi tahunan membengkak seiring kenaikan biaya energi, sehingga target defisit fiskal 2026 direvisi tipis menjadi 3,6% dari produk domestik bruto (PDB), dari sebelumnya 3,5%. Anwar meredam kekhawatiran atas pelebaran defisit dan menegaskan komitmen pada sasaran fiskal jangka menengah, dengan defisit 2027 diproyeksikan turun menjadi 3,3%.