Pertamina Terapkan Pengisian BBM Subsidi Ganjil-Genap di Bali 17-19 Oktober 2026

PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan percepatan dengan menyediakan layanan pengisian di SPBU selama 24 jam.

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi- Reporter
Pertamina Terapkan Pengisian BBM Subsidi Ganjil-Genap di Bali 17-19 Oktober 2026
Petugas SPBU mengisi bahan bakar jenis pertalite kepada pengguna sepeda motor di Pamulang, Tangerang Seatan, Banten, Senin (21/9/2020). Pertamina memberi diskon harga BBM jenis pertalite di Tangerang Selatan dan Bali, dari Rp 7.650 menjadi Rp 6.450 per liter. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Penerapan sistem ganjil genap untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga pembatasan kuota pengisian BBM akan diterapkan di wilayah Bali.

Hal tersebut, atas permintaan Gubernur Bali Wayan Koster kepada PT Pertamina Patra Niaga, untuk menerapkan sejumlah langkah mengurai antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.

Gubernur Koster mengusulkan penerapan sistem ganjil genap untuk pengisian BBM subsidi, hingga pembatasan kuota pengisian BBM. Usulan itu dituangkan Koster dalam surat bernomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM yang ditujukan pada Executive General Manager PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Jumat (16/10).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi dikonfirmasi membenarkan adanya permintaan resmi dari Gubernur Bali tersebut.

Ia mengatakan, telah dilaksanakan rapat koordinasi antara Gubernur Bali bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga beserta jajaran, dalam menyikapi kesediaan stok, pendistribusian, dan pelayanan BBM Pertalite di SPBU telah diputuskan.

"PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan peningkatan stok BBM, sampai dengan tanggal 17 Oktober 2026 mencapai 48.000.000 liter, yang tersedia di terminal atau depo BBM Manggis, di Kabupaten Karangasem dan di Sanggaran, Kota Denpasar," kata Ahad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/10) malam.

"Jumlah stok ini mampu memenuhi kebutuhan selama 14 sampai 15 hari kedepan. Penambahan stok terus dilaksanakan mengikuti kebutuhan, sehingga stok BBM dalam kondisi terjaga," imbuhnya.

 

Kebut Layanan Pengisian

Kemudian, PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan percepatan dengan menyediakan layanan pengisian di SPBU selama 24 jam di 66 SPBU di Bali, sebanyak 42 SPBU di wilayah Kota Denpasar dan 24 SPBU di wilayah Kabupaten Badung.

Kemudian, dalam rangka percepatan pengisian BBM di SPBU, dilakukan pengaturan. Diantaranya, pengisian BBM untuk kendaraan roda empat maksimum sebanyak 20 liter dan untuk kendaraan roda dua maksimum sebanyak 3 liter berlaku sampai situasi normal kembali sesuai dengan arahan Gubernur Bali.

Selanjutnya, pengisian BBM dengan menerapkan nomor polisi kendaraan ganjil-genap, selama tiga hari, dimulai hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2026 sampai dengan hari Senin tanggal 19 Oktober 2026.

"Mulai dengan pelat nomor ganjil pada Hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2026 sesuai surat Gubernur Bali," jelasnya.

Selain itu untuk percepatan pengisian BBM juga dilakukan berbagai upaya antara lain, penambahan sebanyak 16 mobil tangki, dukungan 100 personel TNI Kodam IX/Udayana sebagai operator SPBU di malam hari dan dukungan pengawalan Patwal Polda Bali untuk kelancaran distribusi mobil tangki.

"Kami mengimbau masyarakat Bali agar tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan," ujarnya.

Rekomendasi