Ini strategi pemerintah turunkan harga cabai di sejumlah daerah

Saat ini, harga cabe belum juga turun, bahkan di beberapa daerah terus merangkak naik. Pemerintah memiliki strategi untuk menurunkan harga cabe di sejumlah daerah. Caranya, pemerintah bakal meminta daerah yang surplus pasokan cabe untuk mengirimkan ke kota yang harganya masih tinggi.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Ini strategi pemerintah turunkan harga cabai di sejumlah daerah
Mendag Enggartiasto blusukan. ©2016 Merdeka.com

Harga cabe hingga saat ini belum juga turun, bahkan di beberapa daerah terus merangkak naik. Pemerintah memiliki strategi untuk menurunkan harga cabe di sejumlah daerah.

Caranya, pemerintah bakal meminta daerah yang surplus pasokan cabe seperti Kupang, Timor (NTT) dan Gorontalo untuk mengirimkan langsung ke beberapa kota yang harga cabenya masih sangat tinggi.

"Untuk sementara ini daerah yang memiliki pasokan lebih, kita kirim ke daerah yang harganya tinggi. Dipasok dari Gorontalo, Timor dan Kupang," ujar Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang (6/1).

Dia menegaskan, satu daerah dengan daerah lain memiliki disparitas harga yang tinggi sekali. Harga cabe di Kupang berada di bawah Rp 50.000 per kilogram (Kg), tidak jauh berbeda dengan di Timor (NTT) dan Gorontalo.

"Harga tidak benar Rp 250.000 per Kg, tidak benar, sudah kita cek. Kalau Rp 100.000 memang benar," tegasnya.

Peningkatan harga cabe, katanya, dipengaruhi oleh faktor iklim yang membuat penurunan produksi. Pada kondisi musim penghujan, cabe banyak yang busuk sehingga petani tidak mau memetik cabenya.

"Karena curah hujan tinggi, maka terjadi pembusukan, sehingga jumlah berkurang. Akibat faktor tersebut terjadilah kenaikan," jelasnya.

Saat ini, cabe asal Gorontalo sudah mulai pengepakan untuk dikirimkan ke Jawa. Diharapkan dalam beberapa hari ke depan akan terjadi penurunan harga di beberapa daerah.

Rekomendasi