Indef: Manajemen Logistik dan Impor Kunci Jaga Stabilitas Harga Pangan

Sabtu, 25 Mei 2019 12:23 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Indef: Manajemen Logistik dan Impor Kunci Jaga Stabilitas Harga Pangan Harga cabai naik. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengungkapkan sejumlah hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama jelang lebaran. Salah satunya memperbaiki sistem manajemen logistik.

"Di sektor pangan pemerintah seharusnya memberikan satu manajemen logistik yang bagus. Pemerintah harus memperhitungkan panennya kapan. Kalau produksi cukup demand tetap harga stabil, tapi kalau produksi limited, demand naik, harga pasti naik," kata dia, dalam diskusi, di Jakarta, Sabtu (25/5).

Selain itu, lanjut dia, Pemerintah harus menentukan waktu impor bahan makanan pokok dengan tepat. Hal ini penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran, terutama menjelang Lebaran di mana permintaan tinggi.

Sebagai contoh, fenomena kenaikan komoditas bawang putih yang melonjak tinggi jelang lebaran tahun ini. Kenaikan harga bawang putih diakibatkan tidak tepatnya waktu impor bawang putih.

"Kenaikan bawang putih mencapai 23 persen dibandingkan tahun lalu karena telat. Rapat memutuskan impor 18 Maret. Izin impor keluar 18 april. Kalau izin langsung diproses 19 april butuh waktu 3 minggu untuk proses impor dan distribusi take time, rantai distribusi kita sangat panjang," ungkapnya.

Terkait lebaran tahun ini, secara umum harga-harga bahan pokok jelang lebaran cukup stabil. Meskipun demikian masih ada kenaikan harga, yakni harga cabai dan bawang.

"Kalau dibandingkan tahun lalu kenaikan harga beras relatif stabil. Hanya kurang dari 1 persen dibandingkan tahun lalu. sementara produk hewani dibandingkan tahun lalu 2-5 persen. Yang naik tinggi itu malah cabai dan bawang tadi," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini