Impor Garam Industri Tak Terealisasi Sempurna, PHK Karyawan Banyak Terjadi

Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) mendesak pemerintah untuk kembali melanjutkan sisa impor kuota garam industri yang belum terealisasi sampai saat ini. Di mana, kouta impor diberikan pemerintah sepanjang 2019 yakni mencapai 2,7 juta ton, namun hanya 1.543 juta ton yang terealisasi.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Impor Garam Industri Tak Terealisasi Sempurna, PHK Karyawan Banyak Terjadi
garam. ©2012 myclfree.com

Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) mendesak pemerintah untuk kembali melanjutkan sisa impor kuota garam industri yang belum terealisasi sampai saat ini. Di mana, kouta impor diberikan pemerintah sepanjang 2019 yakni mencapai 2,7 juta ton, namun hanya 1.543 juta ton yang terealisasi.

Sekretaris Umum AIPGI, Cucu Sutara, menyampaikan keterlambatan masuknya kouta impor garam industri berdampak pada pelaku industri garam di Indonesia. Sebab, kebutuhan garam ini sangat mendesak untuk keberlangsungan sebagai bahan baku industri.

"Kita ingin sesuai hasil rapat lalu itu yang 2,7 juta ton direalisasikan. Karena ini kebutuhan sangat mendesak. Ada perusahaan-perusahaan pemasok anggota makanan dan minuman yang sekarang sudah merumahkan karyawannya, stop produksi, karena sudah habis bahan baku," kata dia saat ditemui di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (20/8).

"Ada yang sudah laporan, PT Cheetam sudah merumahkan 180 orang karyawan karena sudah habis bahan baku. Mereka adalah para supplier aneka pangan yang besar-besar seperti Indofood, Unilever, termasuk Ajinomoto, wingsfood, termasuk juga industri yang lain," sambung dia.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya mendorong pemerintah agar segera merealisasikan sisa impor garam sebesar 1,1 juta ton. Apabila hal ini diabaikan, maka industri aneka pangan dapat berhenti berproduksi.

"Harus sekarang, segera. Tadi harusnya ada GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia) dari Ajinomoto, dia sudah ketar-ketir, dia sudah tidak ada bahan baku. Mereka itu Ajinomoto, Unilever, Indofood, Wingsfood. Kalau sekarang tidak ada supply bahan baku ya otomatis, dia akan berhenti produksi," tegas Cucu.

Cucu menambahkan, saat ini jumlah stok garam industri sendiri tersisa mencapai sebanyak 77.000 ton. Dia memperkirakan di September mendatang akan habis. "Paling juga sampai September habis. Malahan sudah ada perusahaan yang sudah habis," sebutnya.

Adapun kebutuhan garam untuk industri di Indonesia per tahunnya sekitar 2,7 juta ton. Untuk industri aneka pangan sendiri kebutuhannya sekitar 567.000 ton per tahun.

"Nah kalau per bulan tinggal bagi saja 2,7 juta ton dibagi 12 bulan. Nah penggunaan garam industri aneka pangan ini setiap bulan sangat stabil. Malahan bisa kekurangan kalau ada situasi signifikan seperti Lebaran, tahun baru, itu pasti ada peningkatan di produk dalam negeri khususnya aneka pangan," pungkas dia.

Rekomendasi