Dalam momentum Hari Pahlawan, semangat pengorbanan dan keberanian bangsa dinilai perlu dimaknai ulang di tengah tantangan global dan transformasi industri strategis nasional. Salah satu wujud nyata kepahlawanan modern saat ini adalah keberanian negara mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDA) demi mewujudkan kemandirian pertahanan dan kedaulatan bangsa.
Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai, hilirisasi SDA tidak sekadar kebijakan ekonomi, melainkan bentuk kepahlawanan strategis yang mampu memperkuat ketahanan nasional.
"Kemandirian pertahanan di Hari Pahlawan bisa dibaca sebagai kepahlawanan modern, ketika negara berani memanfaatkan sumber daya sendiri untuk menjaga keselamatan rakyat dan kedaulatan," ujarnya.
Fahmi menjelaskan, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti nikel, tembaga, dan aluminium. Jika potensi tersebut dikelola melalui hilirisasi yang tepat, ia meyakini hasilnya dapat menjadi fondasi penting bagi penguatan industri alat utama sistem senjata (alutsista) nasional.
Dalam konteks itu, Fahmi menyoroti peran Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) sebagai konsolidator SDA strategis yang dinilai mampu membangun ekosistem industri nasional yang terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.
"Hilirisasi nikel, tembaga, dan aluminium menjadi kunci. Dari sini lahir material penting untuk kapal, pesawat, munisi, sensor, radar, kabel, hingga baterai dan kendaraan listrik militer," jelasnya.
Advertisement
Menurut Fahmi, arah kebijakan hilirisasi yang dijalankan MIND ID juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya cita kelima yang menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi demi peningkatan nilai tambah nasional.
"Dengan hilirisasi yang kuat di dalam negeri, daya tawar dan kapasitas strategis Indonesia semakin meningkat," tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini industri pertahanan nasional mulai menunjukkan arah yang lebih solid. Beberapa perusahaan strategis seperti PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT LEN Industri, serta sejumlah perusahaan swasta, tengah membangun ekosistem industri pertahanan yang semakin terintegrasi.
"Dengan konsistensi komitmen anggaran, kepastian order jangka panjang, dan pendalaman teknologi, industri pertahanan kita semakin kuat dan mandiri," tutup Fahmi.
Langkah hilirisasi yang memperkuat basis industri nasional ini dinilai sebagai simbol nyata kepahlawanan modern — di mana perjuangan tidak lagi hanya di medan perang, melainkan juga di medan ekonomi dan teknologi untuk menjaga kedaulatan bangsa.