Harga Jahe Merah Hingga Kunyit Lebih Mahal dari Ayam Potong

Kamis, 5 Maret 2020 10:59 Reporter : Sulaeman
Harga Jahe Merah Hingga Kunyit Lebih Mahal dari Ayam Potong Pedagang rempah di Pasar Jatinegara. ©2020 Merdeka.com/Sulaeman

Merdeka.com - Harga rempah-rempah di sejumlah daerah mengalami kenaikan usai beredarnya informasi yang menyebut konsumsi rempah-rempah tersebut dapat menangkal virus corona atau Covid-19, sehingga permintaan meningkat. Bahkan harga rempah tradisional seperti Jahe merah, kunyit dan temulawak naik melebihi harga jual ayam potong per kilogramnya.

Bahkan sejumlah pedagang di pasar Jatinegara Jakarta Timur, mengeluhkan stok jahe merah yang kini mulai langkah dan harga nya telah melambung tinggi sejak tiga hari terakhir.

"Sekarang Jahe merah, kunyit dan temulawak jadi rebutan. Khususnya jahe merah nih stok pada habis," ungkap Rokmat kepada Merdeka.com di Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (5/3).

Harga jahe merah telah menyentuh Rp90 ribu per kilogram (Kg) dari sebelumnya hanya di banderol Rp40 ribu per kg. Sementara, harga kunyit sebesar Rp35 ribu per kg dari sebelumnya Rp25 ribu per kg.

Sedangkan temulawak sekarang di banderol Rp40 ribu per kg dari harga Rp20 ribu per kg. Harga-harga tersebut lebih mahal dibanding harga ayam potong yang hanya di banderol Rp28 ribu per kg.

"Jahe merah lah mas paling tinggi, (kenaikan nya)," imbuh Rokmat.

1 dari 1 halaman

Permintaan Tinggi

rev1

Dia menyebutkan kenaikan harga terjadi disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat, yang tidak di imbangi dengan jumlah persediaan yang ada. "Biasanya sehari untuk jahe merah, kunyit, dan temulawak habis sepuluh kilo, sekarang bisa dua puluh lima kiloan," terangnya.

Sementara itu, tingginya harga rempah-rempah dikeluhkan sejumlah pembeli. Seperti Sari yang merupakan seorang ibu rumah tangga, yang memilih untuk mengurangi jumlah pembeliannya agar dapat menghemat biaya pengeluarannya sehari-hari.

Dia berharap agar pemerintah dapat menekan harga jual Jahe merah, kunyit, maupun temulawak, karena ke tiga bahan pangan tersebut merupakan bahan yang sering di konsumsi masyarakat. "Ya segera turun, kan kita ini gunakan buat masak sehari-hari," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Mereka yang Raup Untung Saat Virus Corona Datang
Ramuan Empon-Empon Penangkal Virus Racikan Penjual Jamu di Yogya Laris Manis
Dampak Corona, Harga Temulawak dan Jahe di Bekasi Melambung Tinggi
Mendag Agus Belum Tahu Harga Rempah Mahal Karena Virus Corona
Virus Corona Masuk Indonesia, Rempah-Rempah di Tangsel Langka

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini