Hampir 1 Juta Kg Beras Disalurkan, Gerakan Pangan Murah Polda Sulut Sukses Kendalikan Harga

Program Gerakan Pangan Murah Polda Sulut berhasil mendistribusikan ratusan ribu kilogram beras, menunjukkan komitmen Polri menjaga stabilitas harga pangan. Bagaimana dampaknya bagi masyarakat?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hampir 1 Juta Kg Beras Disalurkan, Gerakan Pangan Murah Polda Sulut Sukses Kendalikan Harga
Program Gerakan Pangan Murah Polda Sulut berhasil mendistribusikan ratusan ribu kilogram beras, menunjukkan komitmen Polri menjaga stabilitas harga pangan. Bagaimana dampaknya bagi masyarakat? (Merdeka.com)

Manado, Sulawesi Utara – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara bersama jajaran dan Perum Bulog telah menunjukkan hasil signifikan. Dalam kurun waktu satu bulan pelaksanaannya, program ini berhasil mendistribusikan beras dalam jumlah yang sangat besar. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah masyarakat.

Sejak dimulai pada 8 Agustus hingga 8 September 2025, Gerakan Pangan Murah ini telah menyalurkan total 973.325 kilogram beras kepada warga. Angka ini mendekati target yang telah ditetapkan oleh Polda Sulawesi Utara dan Bulog. Keberhasilan penyaluran ini menjadi indikator positif dalam upaya pengendalian inflasi, khususnya pada sektor pangan.

Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan, selaku Kabid Humas Polda Sulut, menegaskan bahwa program ini bertujuan ganda. Selain untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, Gerakan Pangan Murah juga berperan penting dalam menstabilkan harga beras di pasaran. Hal ini sejalan dengan komitmen Polri untuk masyarakat dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok.

Polda Sulawesi Utara, bersama Polres di seluruh jajaran dan Perum Bulog, telah menetapkan target ambisius dalam program Gerakan Pangan Murah ini. Mereka menargetkan penyaluran sebanyak 1.121.579,90 kilogram beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pencapaian yang telah diraih dalam sebulan menunjukkan progres yang sangat baik.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan oleh Satgas Gerakan Pangan Murah Mabes Polri, kinerja Polda Sulut menunjukkan tren positif dalam hal penyaluran beras SPHP Bulog kepada warga masyarakat. Ini menandakan efektivitas program dalam menjangkau warga yang membutuhkan.

Hingga saat ini, beras SPHP yang telah berhasil disalurkan kepada masyarakat telah mencapai 75 persen dari total target yang ditetapkan. Angka ini membuktikan bahwa Gerakan Pangan Murah tidak hanya sekadar program, melainkan sebuah aksi nyata dengan dampak terukur. Keberhasilan ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk memenuhi seluruh target yang ada.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah yang melibatkan Polri dan Bulog ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Langkah ini krusial dalam upaya mengendalikan inflasi, terutama inflasi pangan yang seringkali membebani masyarakat.

Program ini merupakan bagian integral dari "Program Polri Untuk Masyarakat" yang berfokus pada kesejahteraan dan keamanan pangan. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, diharapkan masyarakat dapat mengakses beras dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini secara langsung akan meringankan beban ekonomi keluarga, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas.

Keberlanjutan Gerakan Pangan Murah di Polda Sulut dan jajarannya menjadi prioritas. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui sinergi dengan Bulog, program ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara.

  • Total beras yang disalurkan (8 Agustus - 8 September 2025): 973.325 kilogram.
  • Target penyaluran beras SPHP oleh Polda Sulut dan Bulog: 1.121.579,90 kilogram.
  • Persentase pencapaian dari target: 75 persen.
  • Tujuan utama: Menstabilkan pasokan dan harga pangan, mengendalikan inflasi, meringankan beban ekonomi warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi