Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebut bahwa pelaksanaan mudik Lebaran di wilayah Jawa Tengah tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya hampir 280.000 kendaraan, dan tahun ini turun sekitar sekitar 24-25 persen.
"Secara umum arus mudik turun sekitar 24 persen dari tahun lalu yang mencapai 280.000 kendaraan," kata Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (31/3).
Dia meminta masyarakat yang sudah pulang ke Jateng tidak kembali lagi ke Jakarta. Khususnya masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap di Jakarta, lebih baik untuk tetap di daerahnya untuk bersama-sama membangun daerah masing-masing.
"Sehingga masyarakat Jateng bisa ikut membangun daerah, kalau uang sakunya masih cukup bisa digunakan membangun daerah atau desanya masing-masing," ungkapnya.
Meski demikian, penurunan itu tidak mengendorkan semangat karena Pemprov Jateng bersama kabupaten/kota selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya mudik gratis pada 26-27 Maret 2025 lalu dengan menyediakan 300 lebih unit bus dan 16 gerbong kereta api untuk mudik gratis. Begitu halnya pada arus balik.
Advertisement
"Ini merupakan satu bentuk perwujudan hadirnya negara dalam rangka memberikan keringanan kepada masyarakat kita Jawa Tengah terutama yang bekerja informal di Jakarta," jelasnya.
Terkait pengawasan di tempat-tempat wisata di Jawa Tengah juga terus dilakukan selama libur lebaran. Tempat wisata menjadi salah satu tujuan pemudik selain bersilaturahmi dengan keluarga.
"Jadi tujuan mudik itu pertama silaturahmi, kedua tempat wisata. Tempat wisata sudah punya koordinasi, baik Pemprov dan Pemkab Pemkot maupun TNI-Polri untuk memberikan jaminan keamanan, terutama SAR dan BPBD karena masih musim pancaroba. Jangan sampai nanti di tempat wisata tidak ada pengawasan dari kita," pungkasnya.