Gerakan Pangan Murah Bogor Jangkau 1,6 Juta Warga Sepanjang 2025, Bukti Keberpihakan Pemda

Pemerintah Kabupaten Bogor sukses menggelar Gerakan Pangan Murah Bogor sepanjang 2025, menjangkau 1,6 juta warga dan menjaga stabilitas harga pangan di tengah dinamika ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gerakan Pangan Murah Bogor Jangkau 1,6 Juta Warga Sepanjang 2025, Bukti Keberpihakan Pemda
Sepanjang 2025, Gerakan Pangan Murah (GPM) Bogor berhasil menjangkau 1,6 juta warga melalui 546 pelaksanaan, menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga daya beli dan stabilitas harga pangan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah berhasil mengimplementasikan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif sepanjang tahun 2025. Program ini sukses menjangkau 1,6 juta warga di seluruh wilayah Kabupaten Bogor melalui 546 kali pelaksanaan. Inisiatif ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa GPM bukan sekadar distribusi bahan pokok, melainkan wujud kepedulian pemerintah daerah agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Program ini menjadi langkah strategis untuk melindungi daya beli masyarakat dan menstabilkan harga pangan. Rudy Susmanto sendiri menjabat sebagai Bupati Bogor periode 2025-2030.

Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan esensial tanpa terbebani oleh kenaikan harga. Keberhasilan program Gerakan Pangan Murah Bogor ini menjadi sorotan utama dalam upaya pengendalian inflasi daerah dan peningkatan kesejahteraan warga.

Sepanjang tahun 2025, Gerakan Pangan Murah Bogor telah menyalurkan total volume pangan mencapai 2.300 ton. Angka ini mencerminkan skala besar intervensi pemerintah dalam memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok bagi masyarakat. Program ini didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari produsen hingga pelaku distribusi lokal, menunjukkan kolaborasi yang kuat.

Perputaran ekonomi yang dihasilkan dari pelaksanaan GPM mencapai sekitar Rp34 miliar. Jumlah ini menunjukkan dampak signifikan terhadap perekonomian lokal, membuktikan bahwa keberadaan GPM turut menggerakkan roda ekonomi di tingkat daerah.

Pelaksanaan GPM dilakukan secara masif dan merata di berbagai kecamatan sebagai bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bogor. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah secara efektif.

Hasil survei pelaksanaan GPM 2025 terhadap 582 responden menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat yang sangat positif terhadap Gerakan Pangan Murah Bogor. Sebanyak 60 persen responden menyatakan sangat puas, sementara 40 persen lainnya menyatakan puas. Dengan demikian, seluruh responden atau 100 persen masyarakat yang disurvei menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan program ini.

Tingginya kepuasan ini menjadi indikator kuat bahwa intervensi pemerintah daerah di sektor pangan sangat dibutuhkan. Bupati Rudy Susmanto menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan, harga, dan daya beli masyarakat melalui program seperti GPM.

Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan pelaksanaan GPM. Tujuannya adalah agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran di seluruh lapisan masyarakat. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Pemkab dalam melayani kebutuhan pangan warganya.

Keberhasilan Gerakan Pangan Murah Bogor menegaskan peran vital pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Program ini menjadi salah satu pilar utama dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Pemkab Bogor berupaya meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok.

Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menjadikan GPM sebagai program unggulan daerah di masa mendatang. Hal ini dilakukan untuk memastikan akses pangan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan.

Intervensi pasar melalui GPM terbukti mampu menekan gejolak harga, sehingga stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terjaga. Ini adalah langkah proaktif Pemkab Bogor dalam menghadapi tantangan ekonomi dan memastikan ketersediaan pangan yang merata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi