Gandeng Muhammadiyah, Strategi Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Tanah Air
Kerja sama ini berlandaskan semangat kemajuan serta nilai-nilai Islam, yang sejalan dengan visi besar Muhammadiyah dalam menciptakan Indonesia yang sejahtera.
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menjalin kerja sama strategis dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) beberapa waktu lalu. Penandatanganan ini dilakukan oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.
"Kolaborasi ini menjadi pijakan penting dalam membangun sinergi menuju ekosistem syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan," ungkap Koko Tjatur Rachmadi pada Sabtu (3/5).
Kerja sama ini berlandaskan semangat kemajuan serta nilai-nilai Islam, yang sejalan dengan visi besar Muhammadiyah dalam menciptakan Indonesia yang sejahtera. Bank Aladin menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas akses layanan keuangan syariah, tetapi juga memperkuat kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional yang berlandaskan prinsip syariah.
Dalam pelaksanaannya, Bank Aladin Syariah akan menyelenggarakan pelatihan serta edukasi mengenai keamanan siber untuk anggota Muhammadiyah dan amal usaha yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.
"Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keamanan data di era digitalisasi yang berkembang pesat," jelas Koko.
Sebagai dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, Bank Aladin juga meluncurkan program beasiswa bagi mahasiswa di perguruan tinggi Muhammadiyah. Dengan langkah ini, diharapkan akses pendidikan tinggi berkualitas dapat terbuka, selaras dengan kebutuhan zaman serta nilai-nilai persyarikatan.
Munculnya Tren Positif
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan sambutan positif terhadap kemitraan ini. Dia menekankan bahwa perbankan syariah harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat, dengan fokus serius pada sektor UMKM.
Menurutnya, peran lembaga keuangan tidak hanya sebatas aspek bisnis, tetapi juga harus mencakup dimensi sosial dan filantropi. Di masa mendatang, kedua belah pihak berencana untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dalam rangka mendukung penguatan ekonomi syariah di tingkat nasional.
Melalui kolaborasi ini, Bank Aladin Syariah dan Muhammadiyah berharap dapat membangun sistem ekonomi yang profesional, transparan, serta berdaya saing. Selain itu, mereka juga ingin memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Indonesia.
Dengan demikian, diharapkan kerja sama ini dapat memperkuat kontribusi perbankan syariah dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mendorong pertumbuhan sektor UMKM yang berkelanjutan.
Kinerja Bank Aladin Syariah
PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin) mencatatkan hasil yang menggembirakan sepanjang tahun buku 2024. Bank digital syariah pertama di Indonesia ini berhasil meningkatkan pendapatan operasionalnya hampir dua kali lipat menjadi Rp613 miliar, dibandingkan dengan Rp334 miliar pada tahun sebelumnya.
Menurut keterangan yang dirilis pada Senin (28/4), pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan margin, kenaikan bagi hasil, serta lonjakan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang hampir lima kali lipat menjadi Rp154 miliar.
Dari segi aset, Bank Aladin mengalami pertumbuhan sebesar 32 persen menjadi Rp9,36 triliun, yang didukung oleh ekspansi pembiayaan musyarakah yang melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp4,1 triliun.
Selain itu, dana pihak ketiga yang berasal dari simpanan mudharabah juga meningkat secara signifikan menjadi Rp5,4 triliun, yang mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah terhadap layanan syariah digital yang ditawarkan oleh Bank Aladin. Meskipun terjadi peningkatan pembiayaan sepanjang tahun 2024, kualitas portofolio Bank Aladin tetap terjaga dengan baik.
Penerapan manajemen risiko yang ketat dan disiplin membuat tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) tetap berada pada angka rendah, yaitu 0,03 persen. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh Bank Aladin Syariah dalam menjaga kualitas aset tetap efektif meskipun mereka melakukan ekspansi yang cukup agresif.