FDA Izinkan Philip Morris Jual Iqos, Produk Tembakau Alternatif yang Dipanaskan

Jumat, 3 Mei 2019 16:51 Reporter : Idris Rusadi Putra
FDA Izinkan Philip Morris Jual Iqos, Produk Tembakau Alternatif yang Dipanaskan Ilustrasi rokok elektrik. ©Shutterstock/ppi09

Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Admninistration (FDA) memberikan izin kepada Philip Morris untuk menjual produk tembakau yang dipanaskan, yang disebut Iqos, pada Selasa 30 April 2019 lalu. Persetujuan ini dikeluarkan setelah FDA melakukan kajian terhadap produk tersebut selama dua tahun.

Seperti dilansir dari Reuters, FDA mengesahkan perangkat tersebut untuk dijual di pasar Amerika Serikat karena dinilai sesuai untuk perlindungan kesehatan masyarakat. Produk tersebut menghasilkan kadar racun yang lebih seidkit atau lebih rendah daripada rokok yang mudah dibakar.

Tidak seperti rokok yang dibakar, Iqos memiliki perangkat yang berfungsi memanaskan tembakau yang dibungkus dengan kertas. Pemanasan tersebut menghasilkan aerosol yang mengandung nikotin. Iqos sangat berbeda dengan rokok elektrik seperti Juul. Rokok elektrik yang tengah populer itu menguapkan cairan berisi nikotin.

Altria Group Inc, yang menjual rokok Marlboro di Amerika Serikat, akan memasarkan perangkat Iqos sebagai bagian dari lisensi perjanjian dengan Philip Morris International. Langkah ini memberikan Altria satu lagi kepemilikan untuk sebuah produk yang dirancang sebagai produk alternatif bagi rokok tradisional, menyusul kesepakatan mengambil 35 persen saham di Juul Labs Inc senilai USD 12,8 miliar pada Desember 2018.

Kepala Eksekutif Altria, Howard Willard mengatakan, Iqos pertama kali akan diperkenalkan di Atlanta. Penjualan di wilayah tersebut akan melalui toko bermerek Iqos dan Circle K. Produk itu akan dijual dengan variasi rasa Marlboro dan Marlboro Menthol.

CEO Philip Morris International, Andre Calantzopoulos menyebut pengumuman FDA tersebut merupakan tonggak sejarah baru. "Kami semua di PMI bertekad untuk mengganti rokok dengan produk bebas asap yang menggabungkan teknologi canggih dan validasi ilmiah intensif," ujarnya.

Selain mengeluarkan pengesahan izin penjualan, FDA meminta Philip Morris untuk menempelkan label peringatan seperti rokok tradisional dan patuh pada pembatasan iklan televisi, radio, dan cetak. FDA juga menetapkan batasan bagaimana produk tersebut dapat dipasarkan di internet dan melalui media sosial.

"Memastikan produk tembakau baru ini menjalani evaluasi pra pemasaran yang kuat oleh FDA. Ini merupakan bagian penting dari misi kami untuk melindungi publik, terutama remaja, dan mengurangi penyakit serta kematian yang dikaitkan dengan tembakau," kata Direktur Pusat Tembakau FDA, Mitch Zeller dalam keterangan resminya di laman FDA.

Iqos saat ini tersedia di Jepang, Korea Selatan, dan sebagian besar Eropa. Pengumuman dari FDA akan membuka pasar lebih besar bagi produk tersebut dan keputusan itu, kemungkinan, bakal diikuti regulator kesehatan di negara lain ketika Philip Morris memperluas distribusi. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Rokok Elektrik
  2. Jakarta
  3. Industri Rokok
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini