Fakta Unik Kukis Asem dan Bandeng Awet: Dekranasda Semarang Gandeng Hotel Pamerkan Produk UMKM Lokal
Dekranasda Semarang berinovasi dengan menggandeng hotel untuk memamerkan produk UMKM lokal, termasuk kukis asem unik dan bandeng awet, demi memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. Simak strategi cerdasnya!
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang meluncurkan inisiatif baru yang inovatif. Mereka kini secara aktif menggandeng sejumlah perhotelan untuk memamerkan produk-produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Langkah strategis ini diharapkan dapat secara signifikan memperluas jangkauan pasar bagi berbagai produk lokal khas Semarang.
Sebagai proyek percontohan yang menjanjikan, Hotel Front One HK Semarang menjadi hotel pertama yang menyediakan area khusus di lobinya. Area strategis ini difungsikan sebagai ruang display permanen bagi beragam hasil karya UMKM Kota Semarang. Inisiatif kolaboratif yang visioner ini resmi dimulai pada Kamis, 25 September, menandai babak baru dalam upaya promosi produk lokal.
Ketua Harian Dekranasda Kota Semarang, Syanaz Nadya Winanto Putri, menjelaskan bahwa pameran ini memiliki peran yang sangat penting. Tujuannya adalah agar produk UMKM dapat diakses dan dilihat langsung oleh pengunjung hotel, termasuk wisatawan dari luar kota maupun pebisnis. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak popularitas serta penjualan produk-produk khas Semarang di kancah yang lebih luas.
Strategi Jitu Perluas Pasar UMKM Lokal
Syanaz Nadya Winanto Putri menegaskan pentingnya keberadaan ruang pamer di lingkungan hotel bagi pengembangan UMKM. Kehadiran produk secara langsung di lobi hotel secara signifikan dapat memperluas penjualan dan memperkuat merek dagang UMKM. Tamu hotel yang beragam, mulai dari turis hingga pebisnis, menjadi target pasar yang sangat potensial dan efektif.
"Jadi, paling tidak di sini produk-produk unggulan Kota Semarang itu bisa menjadi lebih dikenal luas lagi," ujar Syanaz. Ia menambahkan bahwa pengunjung dapat dengan mudah melihat, membeli, atau bahkan menjadikannya sebagai oleh-oleh khas. Ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada audiens yang lebih luas dan beragam.
Produk yang dipamerkan bukan sembarang produk, melainkan telah melalui proses kurasi ketat yang dilakukan oleh Dekranasda. Kurasi ini memastikan bahwa hanya produk berkualitas tinggi dan memiliki keunikan serta ciri khas Kota Semarang yang ditampilkan. Salah satu produk khas yang menarik perhatian adalah kukis asem, yang disebut belum banyak ditemukan di daerah lain, menunjukkan inovasi lokal.
Selain kukis asem, ada juga bandeng dengan masa simpan yang luar biasa, hingga 6-7 bulan tanpa menggunakan bahan pengawet. Keunikan lain datang dari produk batik yang memadukan teknik ecoprint, menciptakan motif yang ramah lingkungan dan estetis. Saat ini, setidaknya ada 25 UMKM telah berpartisipasi dalam pameran ini, menampilkan beragam produk mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan, hingga pakaian.
Dukungan Perhotelan dan Potensi Pasar Nasional
General Manager Hotel Front One HK Semarang, Doni Avianto, menyatakan komitmen penuhnya terhadap inisiatif ini. Pihaknya sangat mendukung pengembangan UMKM, khususnya di Kota Semarang, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan dukungan terhadap ekonomi lokal. Oleh karena itu, lobi hotel mereka dengan senang hati disiapkan sebagai ruang pamer yang strategis dan mudah diakses.
Doni Avianto mengungkapkan bahwa mayoritas konsumen hotel mereka berasal dari luar Semarang, yang menjadi keuntungan besar bagi UMKM. "Konsumen kami kebetulan itu terbesar malah dari Jakarta," katanya. Selain itu, banyak tamu datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menciptakan jangkauan pasar yang luas.
Dengan basis tamu yang beragam dan berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, apalagi saat musim liburan, potensi pasar bagi produk UMKM menjadi sangat besar. Aliran pengunjung yang stabil dan berasal dari berbagai latar belakang ini merupakan peluang emas bagi produk UMKM Semarang untuk dikenal secara nasional dan meningkatkan penjualan.
Doni menambahkan bahwa tamu seringkali mencari oleh-oleh khas daerah sebagai buah tangan. "Dan selalu kesulitannya adalah tamu-tamu kami itu mau belanja apa?" ujarnya. Dengan adanya pameran UMKM di lobi, masalah ini dapat teratasi secara efektif, memberikan kemudahan bagi tamu dan keuntungan bagi UMKM. Dekranasda juga secara terbuka mengajak hotel-hotel lain di Kota Semarang untuk bergabung dalam kolaborasi positif ini, memperluas dampak positifnya.
Sumber: AntaraNews