E-Money Tidak Bisa Digunakan untuk KRL, Begini Faktanya
Kartu E-Money Mandiri masih dapat digunakan untuk membayar tiket Commuter Line atau KRL saat ini.
Belakangan ini, banyak beredar informasi di media sosial yang menyatakan bahwa KRL tidak lagi menerima pembayaran menggunakan E-Money dari Bank Mandiri. Menanggapi hal tersebut, KAI Commuter menegaskan bahwa berita yang beredar di media sosial dan melalui broadcast message tersebut adalah hoaks.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menjelaskan bahwa informasi mengenai ketidakmampuan menggunakan E-Money adalah tidak benar.
"Informasi tersebut merupakan informasi yang tidak benar dan KAI Commuter tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut," ungkap Joni dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (22/4).
Menurut Joni, saat ini Kartu Bank Elektronik E-Money Mandiri masih dapat digunakan untuk melakukan pembayaran tiket Commuter Line.
Berkaitan dengan penyebaran informasi hoaks yang telah meluas, KAI Commuter mengimbau masyarakat agar lebih cermat dan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
Informasi yang sah dan akurat hanya disampaikan secara resmi oleh manajemen KAI Commuter melalui akun resmi perusahaan @commuterline atau melalui informasi langsung dari pejabat berwenang di KAI Commuter kepada wartawan media massa.
Seluruh stasiun KRL ditargetkan untuk melayani transaksi QRIS Tap pada bulan September 2025
Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter telah memperkenalkan inovasi baru dalam sistem pembayaran digital yang dikenal dengan nama Quick Response Code Indonesian Standard, atau QRIS Tap.
Inovasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi dengan cara memindai QR Code menggunakan ponsel yang dilengkapi dengan fitur Near Field Communication (NFC).
KAI Commuter berencana untuk menerapkan QRIS Tap secara menyeluruh di Stasiun KRL Commuter Line Jabodetabek, Stasiun KRL Commuter Line Yogyakarta-Palur, dan Stasiun hybrid Commuter Line Prameks, dengan target pelaksanaan pada pekan pertama September 2025.
Rencana ini diambil dengan mempertimbangkan kesiapan dari segi teknis dan operasional yang ada.
"Harapannya layanan QRIS Tap dapat berjalan dengan baik dan tanpa ada kendala di seluruh stasiun baik Jabodetabek maupun Yogyakarta-Solo, pada saat akan diimplementasikan nanti," kata Joni