Forbes menempatkan CEO NVIDIA, Jensen Huang dalam peringkat 12 orang terkaya di muka bumi edisi Mei 2025. Tercatat, kekayaan Jensen Huang mencapai USD 113,5 miliar atau setara Rp1.878 triliun dengan asumsi kurs Rp16.555 per USD.
Namun siapa sangka, pria yang memiliki harta mencapai Rp1.878 triliun tersebut pernah menjadi seorang pembersih toilet. Hal ini diungkapkan langsung oleh Jensen Huang saat menjadi pembicara di Stanford Graduate School of Business, pada 2024 lalu.
"Bagi saya, tidak ada tugas yang terlalu rendah bagi saya. Karena ingat, saya dulu mencuci piring, dan maksud saya saya dulu membersihkan toilet. Saya membersihkan banyak toilet. Saya telah membersihkan lebih banyak toilet dari pada Anda semua. Saya tidak tahu harus berkata apa. Itulah hidup," katanya dengan nada riang dilansir Business Today, Kamis (15/5).
Namun, dia mengaku bangga dengan profesi sebagai pembersih toilet di masa muda. Dua mengaku menjadi lebih bersyukur dan memahami proses dalam meraih kesuksesan.
"(Profesi) itu membutuhkan banyak energi emosional dan intelektual sehingga saya merasa lelah setelah mengerjakan hal-hal seperti itu," ucapnya.
Jensen Huang, atau nama aslinya Jen-Hsun Huang, lahir di Tainan, Taiwan, pada 17 Februari 1963. Sejak kecil, ia mengalami kehidupan yang penuh dinamika dengan berpindah-pindah tempat tinggal. Pada usia 5 tahun, keluarganya pindah ke Thailand sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat.
Advertisement
Pendidikan Ditempuh Huang
Di Negeri Paman Sam, Huang menempuh pendidikan tinggi di Oregon State University, mengambil jurusan teknik elektro. Untuk bertahan hidup Huang banyak mencoba pekerjaan paruh waktu.
Selanjutnya, dia melanjutkan studi S2 di Stanford University. Di sinilah dia mulai membangun dasar keilmuan yang membawanya menjadi salah satu tokoh penting di industri teknologi.
Karier awal Huang dimulai di industri semikonduktor, termasuk bekerja di AMD dan LSI Logic. Pengalamannya di perusahaan-perusahaan ini menjadi modal utama dalam membangun Nvidia, yang ia dirikan bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem pada tahun 1993.
Advertisement
Dirikan Nvidia
Pada tahun 1993, Huang bersama dua rekannya mendirikan Nvidia dengan modal awal USD 40.000. Perusahaan ini awalnya difokuskan untuk mengembangkan chip grafis, yang kemudian menjadi elemen penting dalam industri game dan kecerdasan buatan.
Di bawah kepemimpinannya, Nvidia berkembang pesat dan menjadi pemimpin dalam teknologi GPU (Graphics Processing Unit). Perusahaan ini meraih puncak kesuksesan setelah chip mereka digunakan secara luas dalam komputasi AI dan pusat data.
Hingga tahun 2024, kapitalisasi pasar Nvidia mencapai US$ 3 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, setelah Microsoft dan Apple.