Dorong Penguatan Koperasi, Menkop Ajak Swasta dan BUMN Jadi ‘Kakak Asuh’ Koperasi Desa Merah Putih

Peran perusahaan swasta dan BUMN sebagai "kakak asuh" sangat krusial untuk mendukung keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel).

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
Dorong Penguatan Koperasi, Menkop Ajak Swasta dan BUMN Jadi ‘Kakak Asuh’ Koperasi Desa Merah Putih
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, mengatakan peran perusahaan swasta dan BUMN sebagai (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Koperasi Ferry Juliantono, menekankan pentingnya peran perusahaan swasta dan BUMN sebagai "kakak asuh" bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel). Ia percaya bahwa sinergi antara ketiga elemen ini akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata antara BUMN, swasta, dan koperasi. Menkop Ferry juga mengingatkan bahwa koperasi merupakan amanat dari Pasal 33 UUD 1945.

Melalui inisiatif Kopdes/Kel Merah Putih, Presiden Prabowo berupaya mengembalikan sistem perekonomian yang adil. Ia menegaskan bahwa koperasi adalah instrumen konstitusional yang bertujuan untuk memastikan kemakmuran dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

"Swasta, BUMN, dan koperasi harus sama. Pertumbuhan tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang saja, maka perlu ke depan agar BUMN swasta ini bisa berperan sebagai kakak asuh bagi koperasi sehingga operasionalisasi Koperasi Desa ini bisa berjalan dengan baik," ungkap Menkop Ferry dalam acara PLN CEO Forum yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, pada Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa dengan peran sebagai kakak asuh, swasta dan BUMN diharapkan dapat memperkuat perekonomian serta monetisasi ekonomi di tingkat desa. Hal ini diharapkan dapat menciptakan perputaran uang yang akan menggerakkan ekonomi hingga ke masyarakat di level paling bawah.

"Perputaran ekonomi ini akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Dengan perputaran uang di desa, pertumbuhan ekonomi agregat bisa dipercepat hingga target 8 persen," tambahnya. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

Menkop: Swasta dan BUMN Bisa Jadi 'Kakak Asuh' Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, mengatakan peran perusahaan swasta dan BUMN sebagai "kakak asuh" sangat penting bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel). © 2025 Liputan6.com

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry, mengungkapkan bahwa keberadaan Kopdes atau Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan di tingkat desa. Ia menekankan bahwa masalah pengangguran yang tinggi di desa tidak terlepas dari kegagalan dalam pembangunan ekonomi.

"Harapannya Kopdes bisa menampung angkatan kerja dari desa," ujarnya. Selain itu, Menkop juga menegaskan bahwa para CEO akan mendapatkan manfaat yang lebih besar jika produk dan jasa mereka dijangkau oleh puluhan juta masyarakat, bukan hanya dikuasai oleh segelintir konglomerat.

Menkop: Swasta dan BUMN Bisa Jadi 'Kakak Asuh' Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, mengatakan peran perusahaan swasta dan BUMN sebagai "kakak asuh" sangat penting bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel). © 2025 Liputan6.com

Oleh karena itu, kerjasama antara sektor swasta, BUMN, dan Koperasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang berlandaskan prinsip gotong royong dapat terwujud melalui Kopdes/Kel Merah Putih.

"Kami berharap para CEO dapat menjalin kemitraan dengan Kopdes Merah Putih. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Setelah beroperasinya Kopdes/Kel Merah Putih, lembaga ini diharapkan akan berfungsi sebagai agen penyalur yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat melalui gerai sembako modern. Selain itu, Kopdes/Kel Merah Putih juga akan bertindak sebagai offtaker untuk hasil pertanian dari masyarakat desa.

"Peran lainnya adalah sebagai instrumen yang dapat mengefektifkan penyaluran bantuan pemerintah pusat kepada masyarakat yang paling membutuhkan, yang selama ini sering kali salah sasaran," tutup Menkop Ferry.

Rekomendasi