Deflasi Sleman Januari 2026 Konsisten, Wabup Danang Ungkap Upaya Stabilisasi Harga Jelang Ramadan

Kabupaten Sleman mencatat deflasi konsisten sepanjang Januari 2026, didorong penurunan harga komoditas pangan. Simak langkah pemerintah menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Deflasi Sleman Januari 2026 Konsisten, Wabup Danang Ungkap Upaya Stabilisasi Harga Jelang Ramadan
Kabupaten Sleman mencatat deflasi konsisten sepanjang Januari 2026, didorong penurunan harga komoditas pangan. Simak langkah pemerintah menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (AntaraNews)

Kabupaten Sleman menunjukkan tren deflasi yang konsisten sepanjang Januari 2026, menandakan penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan informasi ini dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-DIY. Pertemuan penting ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah tersebut.

HLM TPID se-DIY diselenggarakan di Sleman pada Jumat, 14 Februari 2026, sebagai langkah antisipatif menjelang Bulan Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Fokus utama pembahasan adalah menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan potensi gejolak harga. Seluruh angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan nilai negatif, mengindikasikan harga komoditas pangan terpantau lebih rendah dibandingkan periode dasar yang digunakan.

Danang Maharsa menjelaskan bahwa deflasi ini terutama disumbang oleh penurunan harga komoditas cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Meskipun demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga komoditas lain. Terutama seperti daging ayam ras dan daging sapi yang permintaannya meningkat signifikan menjelang hari raya keagamaan.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menekankan pentingnya penguatan pengendalian pasokan dan kelancaran distribusi antardaerah. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang lonjakan permintaan saat Ramadan dan Idul Fitri 2026. TPID diharapkan mengambil tindakan konkret untuk menekan potensi kenaikan harga.

Meskipun Sleman mengalami deflasi konsisten pada Januari 2026, potensi tekanan harga tetap perlu diantisipasi secara cermat. Peningkatan permintaan yang signifikan saat HBKN dapat memicu kenaikan harga secara tidak terduga. Oleh karena itu, koordinasi antarwilayah menjadi kunci utama dalam menjaga pasokan tetap stabil.

Danang juga menyoroti bahwa ketersediaan pangan strategis di Kabupaten Sleman secara umum berada dalam kondisi surplus berdasarkan neraca pangan menjelang Idul Fitri 2026. Komoditas seperti beras, cabai, gula pasir, daging ayam ras, dan telur ayam ras diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada tahun 2026, surplus pangan diperkirakan akan meningkat, terutama untuk cabai dan protein hewani.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengingatkan bahwa tantangan saat ini bukan hanya mempertahankan angka inflasi dalam koridor sasaran. Namun, juga menjaga ketenangan sosial dan kepastian ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat. Pendekatan yang antisipatif, presisi, dan terkoordinasi sangat diperlukan dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Gubernur DIY menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim TPID dan pemangku kepentingan yang telah bekerja keras menjaga keseimbangan dinamika harga di DIY. Berkat upaya kolektif ini, DIY berhasil meraih Juara 2 Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa–Bali. Penghargaan bergengsi ini diterima pada ajang TPID Award 2025.

Prestasi yang diraih diharapkan menjadi daya dorong agar koordinasi yang rapi dan langkah-langkah terukur senantiasa berlanjut. Hal ini sangat penting, terutama dalam menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Komitmen bersama untuk menjaga stabilitas harga akan terus diperkuat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi