KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Brinusatic: Indonesia diharapkan jadi produsen ikan hias terbesar

Senin, 19 Desember 2016 20:04 Reporter : Haris Kurniawan
ikan hias. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Masyarakat Indonesia diminta untuk terus menjaga keanekaragaman biota air di dalam negeri. Pasalnya, hal ini akan menjadi keunggulan Indonesia untuk bersaing secara global.

Kekayaan hayati berupa ikan hias dan tanaman air ini, yang saat ini di pamerkan dalam gelar acara Brinusatic 2016, yang menjadi ajang untuk meningkatkan kecintaan terhadap biota air di Indonesia, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai produsen ikan hias terbesar didunia.

"Potensi ikan hias Indonesia yang mencapai lebih dari 1000 species baik air tawar maupun air laut, menjadikan kita salah satu produsen dan eksportir terbesar. Nilai ekspor ikan hias Indonesia pada tahun 2014 yang mencapai kurang lebih USD 20,86 juta, masih dapat terus di tingkatkan mengingat potensi ikan hias kita yang masih cukup besar," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto saat memberikan sambutan pada acara “Indonesian Marine Ornamental Symposisum (IMOS) di ICE BCD City Tangerang, yang merupakan bagian dari BRINUSATIC 2016.

Produksi ikan hias Indonesia pada tahun 2011, mencapai 945,3 juta ekor dan meningkat menjadi 1,3 milyar ekor pada tahun 2015, atau meningkat sekitar 9 % per tahun.

"Ikan hias khususnya ikan hias laut Indonesia cukup banyak diminati oleh hobiis lokal maupun internasional. Untuk mendukung ketersediaan ikan hias air laut tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mmenugaskan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), untuk melakukan produksi dan perekayasaan teknologi budidaya ikan hias laut, seperti di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, BPBL Lombok dan BPBL Batam," tambah Slamet.

Target produksi ikan hias pada tahun 2017 sebesar 2,1 milyar ekor, memerlukan kerjasama dan sinergi antara pemerintah dan stake holder ikan hias Indonesia. "Pelaksanaan BRINUSATIC 2016 ini menjadi wujud kerjasama yang terjalin antara pemerintah dalam hal ini KKP dengan stakeholder," jelasnya.

Kegiatan yang cukup beragam mulai dari pameran ikan hias, aquascape, sarana dan prasarana pendukung, serta ajang kontes maupun show ikan hiassekaligus seminar, menjadikan event ini layak sebagai pengganti Aquarama yang biasa diselenggarakan di Singapura. Indonesia dengan kekayaan alamnya dan keanekaragaman ikan hiasnya, layak menjadi lokasi even bergengsi seperti ini," lanjutnya.

Sugiyarto, Ketua Panitia Pelaksana Brinusatic 2016 mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan bersama dari 9 Asosiasi Pecinta Ikan hias se Indonesia yaitu asosiasi pecinta koi, asosiasi aquascape, asosiasi discus, asosiasi ikan louhan, asosiasi ikan cupang, asosiasi ikan guppy, asosiasi killy fish, asosiasi ikan mas koki dan asosiasi arwana.

"Semua asosiasi ini meyelenggarakan kontes dan pameran selama penyelenggaraan acara. Kurang lebih ada 200 peserta dari dalam dan luar negeri. Peserta dari luar negeri seperti dari Malaysia, Singapura, Taiwan bahkan peserta Qatar berhasil memenangkan kontes ikan Diskus."

"Juri nya pun juga juri internasional seperi dari Jepang dan juga Taiwan. Jadi skala kegiatan ini adalah kegiatan Internasional. Dan Indonesia berhasil melaksanakannya," kata Sugiyarto

Usaha budidaya ikan hias di Indonesia sendiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari usaha peningkatan pendapatan. Berdasarkan hasil sensus ekonomi tahun 2013, usaha budidaya ikan hias menempati urutan pertama sebagai pendapatan tertinggi rumah tangga sector pertanian dengan nilai Rp. 50,85 juta per tahun.

"Bahkan BPBL Ambon telah menghasilkan teknologi budidaya ikan hias laut yang murah dan sederhana, sehingga bisa dikerjakan di belakang rumah oleh ibu rumah tangga.Jadi budidaya ikan hias laut, bukan lagi perlu modal besar, dengan modal Rp. 3,5 juta saja susah bisa mulai usaha pembesaran dan panen setelah 4 bulan," tutur Slamet.

Budidaya ikan hias secara umum, telah menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Tidak perlu lagi menangkap dari alam atau bahkan merusak ekosistem untuk mendapatkan ikan hias. "Budidaya ikan hias adalah salah satu solusi peningkatan perekonomian bangsa yang berkelanjutan, dan mendukung kedaulatan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan pilar pembangunan bangsa," pungkasnya. [hrs]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.