BJ Habibie, Pribadi yang Anti Subsidi Energi

Kamis, 12 September 2019 13:57 Reporter : Merdeka
BJ Habibie, Pribadi yang Anti Subsidi Energi BJ Habibie. © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Merdeka.com - Indonesia tengah berduka karena kehilangan salah satu sosok yang berjasa dan berprestasi. Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Di masanya, B.J. Habibie dikenal sebagai sosok yang memiliki pandangan yang sangat reformis. Dikutip dari buku Reformasi: Visi dan Kinerja BJ Habibie, pandangannya yang reformis membuat dirinya menjadi pribadi yang anti subsidi energi.

Saat menjadi presiden, pandangan BJ Habibie di sektor energi lebih menekankan pada bagaimana seharusnya mekanisme pasar bekerja. Akibatnya, beliau tidak menyukai adanya subsidi pada bahan bakar minyak (BBM). Pun, subsidi di sektor listrik.

Pada saat itu, BJ Habibie dan Departemen Pertambangan dan Energi menyusun skema agar dapat menghapuskan subsidi BBM secara bertahap dan bergantian. Tujuannya adalah tidak akan ada lagi subsidi BBM pada 2003.

Pandangan BJ Habibie saat itu dianggap sangat visioner bila dibandingkan dengan para elit politik dan birokrasi lainnya. Sebab, upaya penghapusan subsidi tersebut guna menciptakan pasar yang mampu bersaing di sektor listrik.

Salah satu prasyarat agar dapat bersaing di sektor kelistrikan adalah mengikuti market forces mechanism. Menurutnya pada saat itu, jika terjadi subsidi pada bahan baku primer, energi sekunder atau listrik akan terdistorsi.

Saat menjabat sebagai Presiden, BJ Habibie sangat terbuka dan menerima penerapan mekanisme pasar di sektor energi. Beliau pun tidak khawatir akan dampak negatif globalisasi yang ditimbulkan.

Meskipun orang yang konservatif akan berpikir bahwa energi adalah barang yang harus diproteksi. Hal ini yang menjadikan BJ Habibie sebagai sosok yang cerdas dan visioner di masanya.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

1 dari 2 halaman

BJ Habibie, Pemberi Nama Pertama Bank Mandiri

Presiden RI Ketiga BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun di RSPAD, Gatot Subroto, Rabu (11/9) sore kemarin. Selain sebagai Presiden, BJ Habibie juga merupakan pelopor dalam berbagai bidang strategis di Indonesia salah satunya pemberi nama Bank Mandiri.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, mengatakan pemberian nama pertama kali dilakukan oleh Habibie saat Bank Mandiri baru saja dimerger dari empat bank. Empat bank tersebut merupakan perbankan yang terdampak krisis 1998.

"Pak Habibie itu bagi Mandiri ada arti khusus. Karena beliau lah yang memberi nama dan beliau lah yang mengawal bank ini sejak 21 tahun yang lalu," ujar Rohan saat ditemui di Kutuh, Bali, Kamis (12/9).

Habibie memberi nama Mandiri dengan tujuan untuk menjadikan bank milik pemerintah tersebut mampu berdiri dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Adapun Bank Mandiri merupakan merger dari 4 bank yaitu Bank Exim, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara dan Bapindo.

"Empat bank ini mengalami kesulitan waktu itu, kemudian collaps kemudian dibuildout oleh pemerintah dengan obligasi rekat waktu itu. Kemudian dimerger menjadi satu bank. Kemudian pada satu rapat itu akan dimintakan nama ke Presiden apa nama paling cocok, Pak Habibie menyebut Mandiri. Itu asal usul nama bank mandiri pada saat pertama kali dibentuk. Tahun 1998," paparnya.

2 dari 2 halaman

BPPT Ada Karena BJ Habibie

Berpulangnya Baharudin Jusuf Habibie ke pangkuan ilahi membuat seluruh pihak berduka. Sosok BJ Habibie pun meninggalkan kenangan sejumlah kalangan termasuk Menteri Kabinet Kerja.

Salah satunya adalah Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Mantan Direktur Utama Kereta Api Indonesia tersebut memiliki kekaguman terhadap Habibie.

Menteri Jonan mengaku dalam beberapa kesempatan berdiskusi dengan Habibie, mendapat nasihat untuk membawa bangsa ini menjadi lebih maju mengikuti perkembangan teknologi. "Belakangan kadang-kadang ya saya juga dapat ngobrol beliau, banyak nasehat beliau," kata Menteri Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/9).

Menteri Jonan melanjutkan, kepergian BJ Habibie membuat Indonesia kehilangan satu tokoh yang mendorong perkembangan teknologi modern. "Adanya BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) juga dari beliau. Beliau adalah cikal bakal sosok nasional," jelasnya.

[bim]

Baca juga:
Melihat Keunggulan dan Kecanggihan Pesawat R80 Impian BJ Habibie
Menteri Jonan: BPPT Ada Karena BJ Habibie
Warga Preteli Karangan Bunga Kiriman Pelayat di Kediaman BJ Habibie
Pejabat Negara, Dubes sampai Artis Beri Penghormatan Terakhir pada BJ Habibie
Antusiasme Warga Sepanjang Jalan Beri Penghormatan Terakhir Jenazah BJ Habibie
Sebelum Wafat, Habibie Diabadikan Jadi Nama Jembatan di Timor Leste
Perjalanan Cinta 8 Windu Habibie-Ainun Diabadikan Lewat Prangko

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini