Mengenang Kerja Keras Habibie Bangun Industri Penerbangan Nasional

Rabu, 11 September 2019 18:58 Reporter : Idris Rusadi Putra
Mengenang Kerja Keras Habibie Bangun Industri Penerbangan Nasional BJ Habibie. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kabar duka datang dari keluarga Bacharuddin Jusuf Habibie. Presiden ketiga Republik Indonesia itu mengembuskan napas terakhir di RSAPD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Habibie meninggal di usia 83 tahun. Habibie sudah menjalani perawatan sejak 1 September lalu.

Semua berduka, Presiden Joko Widodo bahkan datang langsung ke RSPAD dan Pantauan di lokasi, Jokowi tiba pukul 18.20 WIB. Jokowi datang menggunakan kemeja putih. Jokowi beberapa kali memuji sosok Habibie.

Nama Habibie selama ini sangat lengket dengan industri penerbangan. Masyarakat Indonesia mengenal beliau sebagai orang Indonesia yang bisa membuat pesawat. Habibie memang jatuh bangun mengembangkan industri dirgantara nasional.

Habibie adalah orang yang meyakini bahwa industri penerbangan nasional bisa bersaing asalkan ada komitmen untuk mendukung produk yang dihasilkan. Komitmen untuk memajukan industri kedirgantaraan muncul sejak zaman proklamasi. Artinya, sudah lebih dari setengah abad. Habibie menceritakan, saat proklamasi kemerdekaan Indonesia muncul wawasan agar bangsa Indonesia bisa semakin mandiri, termasuk di bidang kedirgantaraan.

Hingga akhir hayat, Habibie masih menyatakan komitmennya untuk memajukan industri penerbangan nasional. Seperti pesannya saat lengser dari kursi Presiden Indonesia pada 1999 lalu.

"Saya sampaikan kepada pengganti saya, jangan korek-korek industri strategis. Karena itu wawasan implementasi dari seluruh bangsa Indonesia," kata Habibie waktu itu.

Habibie mengakui bahwa ide dan sosok yang getol membuat pesawat terbang di Indonesia bukan dia, Soekarno ataupun Soeharto. Tokoh yang pertama kali ingin mengembangkan pesawat terbang adalah Wiweko Soepono.

Dia berasal dari Angkatan Udara Indonesia. Wiweko juga ternyata sosok pendiri maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia. Wiweko kemudian diganti oleh Nurtanio yang mengerti dan memahami pentingnya teknologi angkatan bersenjata.

Setelah Nurtanio meninggal, Soekarno mengambil inisiatif untuk mengembangkan pesawat terbang. Akhirnya Soekarno mengangkat seseorang bernama Kurwet menjadi Menteri Komando Pelatih Pelaksana Pesawat Terbang.

Habibie memang bukan pemeran utama dalam pembangunan industri penerbangan nasional. Namun, dia juga punya peran strategis. Apa saja kisah Habibie dalam perjalanannya membangun industri penerbangan nasional? merdeka.com mencoba merangkum lima kisah Habibie dalam membangun industri penerbangan dalam negeri.

Baca Selanjutnya: Belajar Keluar Negeri...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini