Bio Farma Gelar TJSL, Tanam 5.000 Mangrove di Karawang untuk Lingkungan dan Kesehatan

PT Bio Farma menunjukkan komitmennya melalui program TJSL dengan menanam 5.000 bibit mangrove di Karawang, sekaligus membangun fasilitas air bersih dan layanan kesehatan bagi warga pesisir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bio Farma Gelar TJSL, Tanam 5.000 Mangrove di Karawang untuk Lingkungan dan Kesehatan
PT Bio Farma sukses menanam 5.000 bibit mangrove Karawang di Kecamatan Cilamaya sebagai bagian dari program TJSL. Inisiatif ini bertujuan merehabilitasi lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga. (AntaraNews)

PT Bio Farma, perusahaan farmasi milik negara, baru-baru ini menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada rehabilitasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini diwujudkan melalui penanaman 5.000 batang bibit mangrove di wilayah pesisir Karawang, Jawa Barat. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Penanaman mangrove tersebut dilakukan di Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, sebuah kawasan yang ditetapkan sebagai konservasi mangrove Bio Farma. Selain rehabilitasi lingkungan, program TJSL ini juga mencakup pembangunan lima fasilitas penyediaan air bersih. Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih bagi warga sekitar, yang seringkali menghadapi tantangan aksesibilitas.

Kepala Departemen TJSL Bio Farma, Guruh Susanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan ganda. Selain menjaga lingkungan pesisir, Bio Farma juga ingin meningkatkan kesehatan masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus memberikan dampak positif langsung pada kualitas hidup warga.

Program penanaman 5.000 bibit mangrove oleh Bio Farma di Karawang ini menjadi langkah konkret dalam upaya rehabilitasi lingkungan pesisir. Kawasan konservasi mangrove Bio Farma di Kecamatan Cilamaya dipilih sebagai lokasi strategis untuk kegiatan ini. Penanaman mangrove memiliki peran vital dalam mencegah abrasi, menyediakan habitat bagi biota laut, serta menyerap karbon dioksida.

Guruh Susanto menegaskan pentingnya menjaga lingkungan pesisir melalui program ini. "Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat," ujarnya. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada aspek ekologis tetapi juga pada edukasi dan partisipasi aktif masyarakat.

Selain penanaman mangrove, Bio Farma juga membangun lima fasilitas penyediaan air bersih. Fasilitas ini sangat krusial bagi masyarakat pesisir yang seringkali kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak. Ketersediaan air bersih adalah fondasi penting untuk kesehatan dan sanitasi yang baik, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen Bio Farma terhadap masyarakat di Karawang tidak berhenti pada lingkungan. Perusahaan juga menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan dasar untuk mendukung kesejahteraan warga. Ini termasuk penyediaan kotak P3K, alat pemeriksaan kesehatan, serta obat-obatan esensial.

Fasilitas kesehatan ini akan dimanfaatkan melalui pembentukan Rumah Sehat bagi Masyarakat. Kehadiran Rumah Sehat diharapkan dapat menjadi pusat layanan kesehatan primer yang mudah dijangkau oleh warga pesisir. Inisiatif ini menunjukkan perhatian Bio Farma terhadap aksesibilitas layanan kesehatan di daerah terpencil.

Lebih lanjut, program TJSL kali ini juga menyelenggarakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, vaksinasi tetanus massal turut diberikan kepada warga pesisir, khususnya nelayan dan pekerja lapangan. Guruh menjelaskan, "Program TJSL kali ini turut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta vaksinasi tetanus massal bagi warga pesisir sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan nelayan dan pekerja lapangan." Ini adalah langkah proaktif dalam menjaga kesehatan komunitas yang berisiko tinggi.

Guruh Susanto menyebut program ini sebagai wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait air bersih dan sanitasi layak (SDG 6), ekosistem laut (SDG 14), serta kesehatan dan kesejahteraan yang baik (SDG 3). Sinergi antara perusahaan dan masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan manfaat program.

Program Bio Farma ini juga membuka peluang baru untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Pengelolaan mangrove berkelanjutan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga. Potensi pengembangan produk olahan mangrove dan ekowisata edukatif menjadi fokus utama dalam aspek ini.

Bio Farma menegaskan perannya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus berkontribusi bagi masyarakat. Perusahaan mengedepankan keseimbangan antara pembangunan sosial dan lingkungan demi terwujudnya Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan. Inisiatif seperti penanaman mangrove di Karawang ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi