Bikin baterai mobil listrik, perusahaan China minat investasi USD 10 miliar di RI

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, satu perusahaan yang ingin investasi di Indonesia ini di luar kerangka kerja sama OBOR (One Belt One Road/Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 yang digagas China).

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Bikin baterai mobil listrik, perusahaan China minat investasi USD 10 miliar di RI
Luhut Panjaitan. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Satu perusahaan dari China berminat investasi di berbagai daerah di Indonesia senilai USD 10 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, satu perusahaan yang ingin investasi di Indonesia ini di luar kerangka kerja sama OBOR (One Belt One Road/Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 yang digagas China).

Perusahaan tersebut kata Luhut memiliki beberapa mitra bisnis di Indonesia dan siap mengembangkan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Halmahera Utara, Maluku Utara. Di kedua daerah di wilayah Indonesia timur itu, perusahaan asal China bersama mitra lokalnya akan mengembangkan industri baja dan karbon.

"Selain itu, mereka juga ingin mengembangkan industri lithium (baterai) untuk mobil listrik di Indonesia," kata Luhut seperti dikutip dari Antara, Minggu (15/4).

Luhut mengatakan, keinginan perusahaan asal China itu untuk berinvestasi di Indonesia karena tertarik dengan kebijakan insentif pajak untuk investasi asing yang nilainya di atas USD 2,5 miliar.

Dalam kunjungannya ke China beberapa waktu lalu, Menko Maritim bertemu dengan Perdana Menteri Li Keqiang, Penasihat Pemerintahan sekaligus Menteri Luar Negeri Wang Yi, jajajaran pejabat Menteri Perdagangan, pimpinan Komisi Nasional untuk Pembangunan dan Reformasi (NDRC), pimpinan Bank Pembangunan China, dan kalangan pengusaha.

Luhut juga menyaksikan beberapa penandatanganan kontrak kerja sama bisnis antara perusahaan Indonesia dengan China dan lembaga lainnya dalam kerangka kerja sama OBOR.

Jenderal purnawirawan TNI itu juga mendapatkan kepastian dari PM Li yang akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6-8 Mei 2018.

Rekomendasi