Bicara soal Disrupsi Teknologi, Siemens Kenang Produk Ponselnya

Kamis, 31 Oktober 2019 18:34 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Bicara soal Disrupsi Teknologi, Siemens Kenang Produk Ponselnya Siemens C35. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Dewan Direksi Siemens AG dan CEO Smart Infrastructure Cedrik Neike menekankan pentingnya mengikuti serta menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital. Hal tersebut demi bisnis yang berkelanjutan.

Siemens pernah punya pengalaman pahit ketika berhadapan dengan disrupsi teknologi. Pengalaman tersebut yakni kalah bersaingnya ponsel Siemens di pasaran.

"Saya punya pengalaman pribadi. Siapa yang ingat ponsel Siemens? Tolong angkat tangan," kata dia dalam 'Siemens Digitalized Indonesia 2019', di Jakarta, Kamis (31/10).

Akar masalahnya, lanjut dia, karena Siemens tidak cepat tanggap terhadap perkembangan tren di bisnis ponsel. Ketika sadar, ternyata pihaknya sudah jauh tertinggal. "Kami sudah mengalami tidak berubah lebih cepat. Kami pikir kami bisa mengejar ketertinggalan, tapi ternyata tidak bisa."

Pengalaman tersebut membuat perusahaan yang didirikan oleh Werner von Siemens dan Johann Georg Halske itu berkomitmen untuk selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital.

"Kami putuskan, ini tidak akan terjadi lagi. Kami merangkul digitalisasi 100 persen. Siapa yang tahu bahwa Siemens adalah perusahaan software terbesar di dunia?," ungkapnya.

Ikut dalam perkembangan teknologi juga harus dilakukan dari sisi SDM. Peningkatan SDM perlu dilakukan agar selalu dapat bersaing dan bisa mengambil peluang dari digitalisasi.

Dalam konteks Indonesia, dia menyatakan Siemens mendukung upaya peningkatan SDM Indonesia. "Kami bisa membantu Indonesia dari sisi konten. Kami dapat memberikan kurikulum yang sudah dikembangkan di Jerman," ujar dia.

Tak hanya itu, Siemens juga siap menyumbang tenaga pelatih atau instruktur. Hal semacam ini, sudah Siemens lakukan di sejumlah negara partner. "Contohnya ketika kami jalankan proyek elektrifikasi di Mesir, Vietnam, Irak, kami tidak hanya menjual produk-produk tapi kami juga menjalankan program pelatihan. Kami tidak hanya membawa teknologi ke suatu negara, tapi juga pengetahuan," tegas dia.

"Kadang kami tanda tangan kerja sama dengan pemerintah, kadang kami kerja sama dengan perusahaan. Kami sangat fleksibel. Saya selalu memandang Siemens sebagai mesin pelatihan dengan banyak konten dan pengetahuan yang dapat dibagikan," tandasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Siemens
  2. Ekonomi Digital
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini