Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur dan Baznas Kabupaten Berau, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau, meluncurkan program pemberdayaan UMKM. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberian bantuan motor gerobak kepada para pelaku usaha setempat. Program ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM di Berau.
Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Berau untuk mendukung program Zakat Community Development (ZCD) yang dijalankan Baznas. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyatakan bahwa program ini krusial dalam mendorong produktivitas mustahik. Pemberian z-Motor menjadi salah satu fokus utama dalam upaya peningkatan kapasitas UMKM.
Sinergi antara Baznas Kaltim, Baznas Berau, dan Pemkab Berau ini menjadi langkah strategis. Tujuannya adalah memastikan program pemberdayaan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata. Program ini menyasar warga kurang mampu agar mereka dapat mandiri secara ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi antara Baznas Kaltim, Baznas Berau, dan Pemerintah Kabupaten Berau menunjukkan komitmen kuat. Mereka berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Berau. Program ZCD menjadi wadah utama untuk menyalurkan bantuan produktif.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya dukungan terhadap program pemberdayaan mustahik. "Bantuan ini merupakan salah satu komitmen Pemkab Berau dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui dukungan program ZCD pemberdayaan mustahik yang dijalankan oleh Baznas," katanya. Program ini tidak hanya mencakup z-Motor, tetapi juga program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB).
Sinergi ini memastikan program pemberdayaan terus berjalan dan memberikan dampak positif. Ini terutama bagi warga yang membutuhkan dukungan ekonomi. Penguatan UMKM melalui berbagai program menjadi prioritas bersama.
Advertisement
Advertisement
Pemkab Berau menilai penguatan UMKM sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata daerah. Kehadiran wisatawan menciptakan peluang pasar yang besar bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf). Oleh karena itu, pelaku UMKM didorong untuk mampu menangkap potensi pasar ini.
Sektor UMKM dan ekraf merupakan bagian integral dari strategi ekonomi daerah. Sektor ini telah lama menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Berau. Hingga tahun 2025, jumlah UMKM di Berau mencapai lebih dari 16.000 unit.
Kontribusi UMKM terhadap roda pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa diremehkan. Justru, sektor ini menjadi penopang utama ekonomi kerakyatan. Pemerintah daerah berencana membuka ruang pengembangan bantuan serupa hingga tingkat kampung dan kawasan wisata, termasuk di Pulau Derawan dan Maratua.
Advertisement
Advertisement
Baznas Kabupaten Berau memastikan pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dilakukan secara akuntabel. Pengelolaan ini berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Tujuannya adalah pengentasan kemiskinan dan pemberian bantuan modal.
Ketua Baznas Kabupaten Berau, Busransyah, menjelaskan penerimaan ZIS pada tahun 2025 mencapai Rp6,39 miliar. Sementara itu, penyaluran dana telah mencapai Rp4,63 miliar. Sisa dana sebesar Rp1,65 miliar masih akan diarahkan untuk program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Dana tersebut bertujuan agar mustahik semakin mandiri melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah. "Di tengah dinamika dan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga pelayanan publik, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dengan menggandeng berbagai pihak, salah satunya kerja sama dengan Baznas," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga pelayanan publik dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews