KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bandara Kertajati bakal pecah kepadatan Bandara Soekarno-Hatta

Rabu, 13 September 2017 20:17 Reporter : Idris Rusadi Putra
Bandara Soekarno Hatta. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK terus mengejar pembangunan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. PT Angkasa Pura II (Persero) dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menandatangani nota kesepahaman atau kesepakatan mengenai pengoperasian dan investasi bandara tersebut.

Bahkan, Presiden Joko Widodo sudah 2 kali menengok perkembangan Bandara Kertajati selama pemerintahannya. Jokowi menginstruksikan untuk percepatan penyelesaian bandara Kertajati. Sebagai mantan intrepreneur dan pengusaha, maka visi bisnis pemimpin negara ini cukup tajam dan bisa memanfaatkan peluang bisnis yang ada.

"Semula Bandara Kertajati ini secara konsep keberadaannya menjadi silang pendapat antara perencana kota, Pemda Jabar dan Pemerintah Pusat," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso di Jakarta, Rabu (13/9).

Penyebabnya, dengan jarak sejauh 200 Km dari Bandara Soekarno Hatta kemungkinan kecil pengguna Bandara Soetta yang selama ini beraktifitas pergi dan datang melalui Soekarno Hatta Cengkareng Banten akan dengan sukarela bersedia terbagi ke arah timur yaitu ke kertajati Jawa Barat.

Melihat hal ini, Jokowi berfikir praktis lalu membagi aktifitas penerbangan untuk penduduk di timur Jakarta tidak perlu menerobos kemacetan Jakarta bila ingin ke bandara. Selain itu, tidak perlu berdesakan di Bandara Soekarno Hatta saat musim liburan.

Hal utama yang bisa dimanfaatkan adalah bahwa bandara ini dapat menampung pesawat jet berbadan lebar sehingga embarkasi haji Jawa Barat bisa ditampung di sini tidak perlu harus ke Halim maupun Cengkareng.

"Bandara Internasional Kertajati yang runway, taxiway, appron dan seluruh fasilitas sisi udaranya dibangun oleh pemerintah pusat melalui DIPA Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub tersebut akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun depan. Bandara yang berlokasi di Kabupaten Majalengka ini setelah beroperasi akan dapat mengurangi kepadatan arus penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng yang saat ini aktifitasnya luar biasa sibuknya," ungkap Agus.

Demi memberikan kemudahan para jamaah haji provinsi Jawa Barat ini, Agus menjelaskan, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada kementerian Perhubungan untuk memperpanjang runway Bandara Kertajati dari 2.500 meter yang telah dirampungkan tahun 2017 menjadi 3.000 meter X 60 meter pada tahun berikutnya. Dengan dimensi runway tersebut, pesawat penumpang terbesar di dunia Airbus A 380 saja akan bisa mendarat di Kertajati. Pesawat dua lantai ini bisa menampung 850 penumpang.

"Untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang, luas terminal Kertajati didesain 96 ribu m2 sehingga sanggup menampung sampai 10 juta orang per tahun. Maka Bandara Kertajati sanggup menekan kepadatan Bandara Soekarno Hatta dan memberikan kemudahan dalam ibadah Haji dan Umroh bagi masyarakat luas Jawa Barat, inilah salah satu bukti rasa 'kadeudeuh' Presiden Joko Widodo kepada masyarakat Jawa Barat," kata Agus Santoso.

Untuk diketahui, Bandara Kertajati pada tahap awal akan melayani 14 rute, yakni 10 rute domestik dan 4 rute internasional pada tahap pertama pengoperasiannya. Rute internasional tersebut akan melayani Arab Saudi, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Arab Saudi memperoleh prioritas karena bisa mengurangi kepadatan Bandara Soekarno Hatta pada musim haji maupun umrah. Dalam tahun terakhir terjadi peningkatan jamaah umrah dari Indonesia. Data dari Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi tercatat ada 875.958 warga negara Indonesia yang melakukan umrah di tahun ini, "Berarti ada kenaikan sebesar 24 persen dari tahun lalu. Secara keseluruhan, Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan 6,75 juta visa umroh, naik 6 persen dari tahun sebelumnya," Jelas Agus.

Agus menambahkan, selain untuk melengkapi konektifitas antar moda maka Bandara Kertajati akan dilengkapi dengan jalur kereta bandara untuk menarik penumpang dari Jakarta maupun Bandung. Infrastruktur ini dibangun untuk solusi masyarakat Jakarta menghadapi kemacetan lalu lintas ke Cengkareng maupun masyarakat Bandung.

Nantinya kereta ini akan membawa penumpang dari Stasiun Gambir menuju Bandara Kertajati dalam waktu kurang dari dua jam. Warga masyarakat diwilayah timur Jakarta juga bisa ikut menggunakan fasilitas ini karena kereta akan melintas Bekasi Timur, Cikarang, Karawang. Dengan keberadaan Bandara Kertajati dan kereta bandara, efektivitas transportasi masyarakat akan terpenuhi.

"Bandara Kertajati dapat memfasilitasi akaesibilitas demi menghadapi industrialisasi yang sedang tumbuh pesat di wilayah jawa barat pada jalur ini diantaranya Bekasi, Cikarang dan Karawang yang tengah menjadi pusat perhatian di tingkat nasional maupun internasional," pungkas Agus Santoso. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.