Ayah Tewas Kecelakaan Pesawat, Bisnisnya Dihantam Tsunami, Kini Jadi Pemuda Sukses Pendukung Prabowo-Gibran

Sang ayah menjadi korban dalam kecelakaan pesawat pada 26 September 1997.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Ayah Tewas Kecelakaan Pesawat, Bisnisnya Dihantam Tsunami, Kini Jadi Pemuda Sukses Pendukung Prabowo-Gibran
Ayah Tewas Kecelakaan Pesawat, Bisnisnya Dihantam Tsunami, Kini Jadi Pemuda Sukses Pendukung Prabowo-Gibran (Merdeka.com)

Sang ayah menjadi korban dalam kecelakaan pesawat pada 26 September 1997. 

Ayah Tewas Kecelakaan Pesawat, Bisnisnya Dihantam Tsunami, Kini Jadi Pemuda Sukses Pendukung
Prabowo-Gibran

Kisah Anak Korban Tragedi Garuda 152 yang Kini Tajir dan Bakal Menangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024

Tak ada satu pun anak yang mau ditinggal orang tua saat usianya belum genap 10 tahun. Namun sosok ini harus menelan pil pahit.

Sang ayah menjadi korban dalam kecelakaan pesawat pada 26 September 1997. 

Peristiwa nahas itu menjadi kecelakaan pesawat terburuk di Indonesia hingga dilabeli sebagai Tragedi Garuda 152. 

Tercatat ada 234 penumpang dinyatakan tewas dalam kecelakaan itu.

Sebelum meninggal dunia, sang ayah dikenal sebagai pengusaha otobus.

Perusahaan keluarga ini dilanjutkan sang paman karena usianya yang masih anak-ana

Tahun 2004, saat masih duduk di bangku SMA, sosok ini mulai bergabung dengan perusahaan mendiang ayahnya. 

Tak langsung menjadi bos, dia justru memilih bergabung dari posisi paling bawah sebagai mekanik. 

merdeka.com

Baginya, cara ini akan membuat dia bisa sukses melanjutkan usaha keluarga.

Selama menjadi siswa SMA, sosok ini langsung meluncur ke pangkalan bus dan membantu para mekanik. Hal ini dilakukannya agar ia memahami terkait dunia transportasi.

Mengutak-atik mesin telah menjadi kebiasaan sejak remaja yang diajarkan ayahnya sebelum meninggal. 

Saat belia dia sudah harus berkecimpung dengan berbagai bisnis.

Mulai dari transportasi, perhotelan, perkebunan, properti, hingga bidang konstruksi.  

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pria kelahiran 25 November 1988 di Desa Buah Nabar, Kabupaten Deli Serdang, Aceh ini, merupakan anak dari Buchari Usman. Dia adalah Akbar Himawan Buchari. 

Jalan Akbar meneruskan usaha keluarga tidaklah mulus. Banyak rintangan serta ujian yang menerpa bisnisnya.

Rintang yang muncul antara lain kondisi keadaan Aceh yang sempat krisis karena terjadinya konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan TNI.

Keadaan tersebut berpengaruh kepada perusahaan yang dijalankan Akbar. Banyak intimidasi yang didapatkan dari sejumlah oknum, bahkan tidak sedikit bus yang dibakar orang.  

Sekitar 50 bus yang dimilikinya mengalami kerusakan akibat tsunami. Kondisi tersebut membuat Akbar harus berfikir cerdas untuk mencari jalan keluar.

Meskipun mengalami kerugian, tetapi dari bencana tsunami tersebut membawa berkah bagi usaha transportasi miliknya. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah keadaan mulai membaik banyak orang yang mengunjungi Aceh dan membuka peluang bisnis baru. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sukses menjadi pengusaha, Akbar kini menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2023-2025.

Dalam catatan merdeka.com Akbar juga menjabat anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi Golkar periode 2019-2024

Terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp10 miliar, alat transportasi dan mesin senilai Rp2,4 miliar, surat berharga senilai Rp375 juta, dan kas, setara kas Rp150 juta.

Meski begitu, Akbar di tahun 2021 masih memiliki utang sebesar Rp3,68 miliar.

Saat ini, namanya semakin dikenal setelah  Prabowo-Gibran Rakabuming Raka menunjukkan sebagai bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN). 

Akbar dipercaya menjadi Wakil Ketua Koordinator Strategis TKN untuk memengakan Prabowo-Gibran.

Rekomendasi