Di bawah kepemimpinannya, Nvidia berhasil mencapai kesuksesan besar. Kini Nvidia dinobatkan menjadi perusahaan paling berharga di dunia, mengalahkan Microsoft dan Apple.
Salah satu pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang dikenal sebagai sosok yang karismatik dan visioner di dunia teknologi.
Di bawah kepemimpinannya, Nvidia berhasil mencapai kesuksesan besar. Kini Nvidia dinobatkan menjadi perusahaan paling berharga di dunia, mengalahkan Microsoft dan Apple.
Melansir dari Yahoo news, kesuksesan perusahaan pembuat chip tersebut didorong oleh banyaknya investor yang tertarik pada teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Huang mendapat julukan 'Godfather of AI'. Berdasarkan laporan forbes real time net worth per hari rabu, Jensen Huang tercatat sebagai orang terkaya ke-11 di dunia, dengan total kekayaan bersihnya meningkat lebih dari USD4 miliar atau Rp65,5 triliun menjadi USD118,7 miliar atau Rp306 triliun.
Di balik kesuksesan tersebut ternyata tersimpan fakta mengejutkan tentang Jensen Huang lebih dari sekadar kekayaannya. Berikut fakta-fakta menarik tentang Jensen Huang :
Advertisement
Advertisement
Saat masih kecil, Jensen Huang dan saudaranya secara tidak sengaja dimasukan ke sekolah Oneida Baptist Institute di Kentucky oleh bibi dan pamannya, yang mereka kira sebagai sekolah persiapan.
Sekolah ini ternyata adalah sekolah reformasi, tempat Huang harus membersihkan kamar mandi sebagai bagian dari persyaratan kerja untuk para anak-anak sangat tangguh. Pengalaman ini membentuk kepribadian dan disiplin diri sejak dini.
Advertisement
Huang pertama kali bertemu istrinya, Lori, saat berusia 16 tahun.
Mereka bertemu saat menjalani kelas teknik elektro di Oregon State University.
Mereka menjadi mitra lab dan segera menjalin hubungan. Hingga mereka menikah dan memiliki dua anak.
Advertisement
Pada tahun 1993, Huang bertemu dengan teman-temannya, Chris Malachowsky dan Curtis Priem, di Denny's di California.
Di sana mereka mendiskusikan ide bisnis Nvidia, mulai dari konsep, visi misi mereka untuk masa depan pada perusahaan grafis ini.
Selain sebagai tempat lahirnya Nvidia, Huang juga pernah mengabdikan diri di Denny's sebagai bekerja paruh waktu. pengalaman yang membantunya keluar dari sifat pemalunya.
Advertisement
Huang pernah berjanji akan menato dirinya ketika harga saham Nvidia mencapai USD 100 per saham.
Ketika hal itu terjadi, Huang mentato lengan bahunya bergambar logo perusahaan, sebagai simbol komitmen terhadap Nvidia.
Meskipun proses pembuatannya sangat menyakitkan dan membuatnya menangis, tato itu menjadi bukti dedikasi dan semangatnya untuk perusahaan.
Advertisement
Huang dikenal dengan jaket kulit hitam khas yang menjadi bagian dari citranya di publik.
Penampilan khasnya ini bahkan telah menginspirasi beberapa penjual online, bahkan menjual jaket tiruan.
Sebagai seorang ayah dan suami, Huang mengaku senang didandani oleh istri dan anak perempuannya.
Advertisement
Jensen Huang memiliki 50 bawahan langsung, sebuah sistem manajemen yang tidak biasa untuk seorang CEO perusahaan besar.
Hal ini bertujuan agar informasi mengalir lebih cepat, dan memastikan bahwa semua orang dalam perusahaan memahami informasi dengan baik.
Huang merasa perusahaannya berkinerja lebih baik karena semua orang selaras, semua orang mendapat informasi tentang apa yang terjadi secara langsung.
Advertisement
Huang kerap mengirim ratusan email setiap hari kepada stafnya. Email-email ini biasanya singkat dan langsung ke poin.
Meskipun terkesan kasar, email-email ini menunjukkan tingkat keterlibatan dan kontrol Huang dalam operasional sehari-hari perusahaan.
Advertisement
Meskipun berhasil mencapai kesuksesan besar, alih-alih bangga dan percaya diri, Huang selalu khawatir kerajaan chipnya bisa runtuh.
Setiap bangun tidur Huang selalu khawatir yang selalu mengingatkan dirinya untuk tetap waspada dan terus berusaha.
Pengalaman hampir bangkrut beberapa kali di masa lalu meninggalkan kesan mendalam pada dirinya.
Advertisement
Huang menyebutkan bahwa saat memulai Nvidia ternyata satu juta kali lebih sulit dari yang diperkirakan.
Huang harus menghadapi tantangan dan kesulitan yang sangat besar. Menurut Huang, jika orang mengetahui semua kesulitan tersebut, tidak ada yang akan melakukannya.
Advertisement
Jika ada film tentang hidupnya, Huang pernah bergurau bahwa dia ingin Jackie Chan yang memerankannya.
Menunjukkan sisi humor dan kemampuan untuk menunjukan sisi ringan dari kehidupannya yang intens dan penuh tekanan.